Jelang Mudik
Polda Metro Jaya Pantau Kerawanan Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek
Kamis, 8 Juni 2017 | 12:57 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya melakukan pengecekan pos pelayanan dan pengamanan, termasuk memantau titik rawan kemacetan, di jalur mudik Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Berdasarkan pemantauan, kemacetan kemungkinan mulai terjadi dari KM 9 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Sebab ruas jalan menyempit karena ada pembangunan Stasiun LRT Cikunir 1. Kemudian, pada KM 11 juga rawan kemacetan karena pertemuan arus kendaraan dari arah Tol Semper dan JORR.
"Hari ini saya dan pejabat utama terkait melakukan pemantauan arus mudik terutama yang melalui jalan tol. Di mana ada empat pos di sana," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan saat melakukan pemantauan di KM 11 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (8/6).
Dikatakannya, pos pengamanan pertama ada di Kilometer 11. Karena diprediksi lokasi ini merupakan titik pertama kemacetan arus mudik.
"Ini rawan kemacetan dari Semper dan JORR akan bertemu di sini, sehingga terjadi penyempitan arus. Anggota nanti saya perintahkan memakai sepeda motor untuk mengurai kemacetan di sini. Nanti personel semua akan di bawah kendali Polda Metro Jaya. Biasanya di sini akan dibagi arus, sehingga semua bisa jalan. Pada hari H tidak ada truk dan angkutan barang-barang melintas," ungkapnya.
Ia menyampaikan, pos kedua ada di Rest Area KM 19. Di sana juga rawan kemacetan karena masyarakat pengguna jalan tol akan isi bensin, istirahat, termasuk makan-minum.
"Itu biasa terjadi penumpukan kendaraan. Kalau tidak di-manage dengan baik macet akan sampai belakang ke Cawang. Hari ini kita akan melihat di mana saja titik-titik kemacetan arus," katanya.
Penumpukan kendaraan, tambahnya, akan terjadi jelang pintu masuk Rest Area KM 19.
"Nanti orang akan berbondong-bondong ke sana. Kendaraan mulai mengurangi kecepatan dari 80 km, 40 km, 20 km, lama-lama menumpuk di depan pintu masuk. Kalau sudah penuh, nanti di rest area akan kami teruskan. Di dalam juga akan kami imbau agar masyarakat jangan berlama-lama di dalam. Maksimal satu jam, sehingga yang lain kebagian," jelasnya.
Ia menyebutkan, setiap pos pengamanan akan disiagakan 60 personel pengurai kemacetan. "Di setiap titik ada 60 personel mengurai. Kalau jumlah seluruhnya, nanti sampai 2.000 lebih personel untuk bisa melancarkan arus mudik," katanya.
Iriawan menuturkan, Polda Metro Jaya akan melakukan rapat koordinasi dengan Jasa Marga dan instansi terkait, Selasa (13/6) mendatang.
"Sekarang saya melihat apa saja masalahnya di lapangan untuk nanti kami sampaikan dalam rapat koordinasi," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




