Atasi Macet Parah, Saatnya Pemerintah Menata Jalan Arteri

Jumat, 23 Juni 2017 | 10:15 WIB
GG
B
Penulis: Gardi Gazarin | Editor: B1
Kendaraan pemudik memenuhi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 22 Juni 2017 dini hari.
Kendaraan pemudik memenuhi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 22 Juni 2017 dini hari. (Antara)

Jakarta- Kemacetan cukup parah masih mencengkeram Jalur Mudik 2017 lewat tol sebagaimana yang terjadi pada Kamis (23/6) malam hingga Jumat (24/6) pagi. Bahkan, ekor kemacetannya mencapai hingga pintu tol Semanggi, Jakarta Selatan. Koordinasi yang sudah dilakukan Polri dengan berbagai pihak sepertinya tak berdaya menghadapi "serangan" pemudik tersebut.

Belajar dari kondisi lalu lintas (lantas) mudik tersebut, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane berharap otoritas Polri segera mengingatkan pemerintah untuk mengubah strategi di Jalur Pantura, terutama di pintu keluar Jakarta.

Artinya, pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan Jalan Tol, terutama Jalan Tol Cikampek, untuk Jalur Mudik 2018. Menurut Neta, sudah saatnya pemerintah menata, memperbaiki, dan melebarkan jalan arteri sebagai pintu keluar dari Jakarta untuk pemudik 2018.

"Jika tidak, stagnasi akan kembali terulang dan tetap mencengkeram karena Jalan Tol Cikampek sebagai pintu keluar dari Jakarta sudah sangat padat dan melampaui batas kapasitas yang ada sehingga sudah tak mampu lagi menampung "serbuan" kendaraan pemudik" kata Neta kepada SP, Jumat (24/6). .

IPW mencatat, jalan arteri dari Jakarta menuju Pantura sebenarnya ada empat jalur, yakni Jalan Raya Pulogadung, Jalan Raya Klender, Jalan Raya Casablanca, dan Jalan Kalimalang. Sayangnya, keempat jalur ini tidak diurus pemerintah dengan serius.

Pemerintah hanya mengandalkan Jalan Tol Cikampek untuk jalur mudik. Padahal, keempat jalur arteri ini selalu menjadi andalan bagi pemudik sepeda motor untuk keluar dari Jakarta, meski jalanannya kerap tidak layak. Ke depan, di musim Mudik 2018 sudah saatnya pemerintah mengubah orientasinya, untuk kemudian menata keempat jalan arteri itu agar bisa juga menjadi andalan untuk pemudik bermobil, sehingga beban Jalan Tol Cikampek bisa dikurangi.

Neta mengatakan, pemerintah sudah saatnya menata ulang keempat jalan arteri itu. Kemudian memperbaiki, memperlebarnya, dan menambah aksesnya hingga keempat jalan arteri itu bisa terhubung secara sempurna hingga ke Jalur Pantura. Selain itu, sudah saatnya pemerintah juga membangun jalan tol baru dan jalan arteri baru yang menghubungkan wilayah barat ke timur Pulau Jawa, di wilayah luar Jakarta.

Sehingga, kendaraan dari wilayah barat ke timur atau sebaliknya, tidak perlu lagi melintasi wilayah Jakarta agar beban lalu lintas Ibukota bisa berkurang.

Dia mengatakan, berbagai terobosan harus segera dilakukan Polri dan pemerintah, mengingat jumlah kendaraan bermotor terus menerus dibiarkan pemerintah membludak. Jika terobosan tidak segera dilakukan, maka pada musim mudik 2018 akan kembali dicengkeram "neraka macet" hingga berpuluh kilometer yang membuat stagnasi di mana mana. Akibatnya, kerja keras Polri dalam menata dan merekayasa lalu lintas mudik akan menjadi sia sia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon