Hari Pertama Sistem Satu Arah di Depok Relatif Lancar

Sabtu, 29 Juli 2017 | 11:00 WIB
BH
FB
Penulis: Bhakti Hariani | Editor: FMB
Suasana Jalan Dewi Sartika, Depok yang diterapkan sistem satu arah, Sabtu (29/7)
Suasana Jalan Dewi Sartika, Depok yang diterapkan sistem satu arah, Sabtu (29/7) (Suara Pembaruan/ Bhakti Hariani)

Depok - Pemberlakuan hari pertama Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Nusantara Raya di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/7) relatif berjalan lancar. Warga Kota Depok terlihat tertib mengikuti peraturan lalu lintas.

Pantauan SP di lapangan, kendaraan dari arah Jalan Raya Sawangan yang memasuki Jalan Dewi Sartika yang diberlakukan SSA terlihat lancar. Laju kendaraan sempat tersendat dan cukup padat menjelang pintu rel kereta api. Apalagi rute perjalanan kereta api yang terbilang padat. Setiap 5-10 menit kereta api melintas.

Selanjutnya di ruas Jalan Margonda Raya, kendaraan yang akan mengarah ke Jalan Siliwangi dan Jalan Tole Iskandar dilarang berbelok di perempatan traffic light seperti biasanya. Kendaraan dari Jalan Dewi Sartika bisa berbelok di putaran di depan Jalan Dahlia untuk menuju ke Jalan Tole Iskandar dan Jalan Siliwangi.

Sementara itu di ruas Jalan Arief Rahman Hakim menuju fly over tidak terlihat kepadatan. Namun setelah turun dari fly over dan menuju ke traffic light arah Jalan Nusantara dan menuju Beji, kepadatan sedikit terjadi.

Memasuki Jalan Nusantara Raya yang diberlakukan SSA, pengendara tidak bisa berbelok di Jalan Melati. Dinas Perhubungan Kota Depok mengalihkan belokan di jalan jalan berikutnya misalnya di Jalan Irian Jaya dan Jalan Nangka. SSA di Jalan Nusantara Raya relatif lancar.

Kembali menuju perlimaan menuju Jalan Raya Sawangan dan Jalan Dewi Sartika serta arah menuju Jalan Pitara, arus lalu lintas terlihat lancar terkendali. Cukup banyak petugas Dishub yang berjaga mengatur arus lalu lintas di perlimaan yang biasa disebut Perlimaan Sengon ini.

Sedangkan arus lalu lintas mengarah ke Jalan Raya Sawangan dan Jalan Pitara terlihat lancar terkendali.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Gandara Budiana kepada SP mengatakan, penerapan SSA pada hari ini berjalan lancar sesuai yang diharapkan Dishub. Guna mengatur arus lalu lintas penerapan SSA, Dishub mengerahkan 160 orang petugas. Mereka berjaga sejak pukul 05:00.

"Tadi ada beberapa pengendara yang masih bingung tapi kami jelaskan dan kami arahkan, Alhamdulillah berhasil dan lancar. Kami juga mendapat bantuan dari Polres Metro Depok untuk mengatur arus lalu lintas," ujar Gandara di Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/7).

Gandara menuturkan, penutupan jalan menuju Jalan Siliwangi atau Tole Iskandar memang sengaja dilakukan karena besarnya arus lalu lintas dari Jalan Dewi Sartika dan Jalan Kartini yang akan menuju kesana. Sedangkan lebar jalan relatif sempit yang diyakini dapat memicu hambatan yang bisa berdampak pada kendala arus lalu lintas dari Jalan Dewi Sartika yang bisa tersendat dan rentan menimbulkan kemacetan.

"Pada titik belokan ke arah Jalan Siliwangi itu tidak boleh ada hambatan sama sekali. Kalau ada kendala maka akan lebih padat. Kami arahkan belokan ke Jalan Dahlia karena di jalan ini relatif lebih besar dan luas," papar Gandara.

Sedangkan larangan belok ke Jalan Melati, lanjut Gandara, itu sengaja dilakukan untuk antisipasi agar tidak padat arus dari Jalan Raya Sawangan yang menuju Beji. Pengendara bisa berbelok di Jalan Irian Jaya dan juga Jalan Nangka dan.

Total panjang jalan yang diberlakukan SSA, kata Gandara adalah sepanjang lebih kurang 2 kilometer. Petugas sebanyak 160 orang akan terus berjaga meski hingga sore nanti.

"Petugas kami akan terus berjaga. Bergantian untuk mengawal pemberlakuan uji coba SSA pada hari ini," kata Gandara.

Sementara itu, Nasrudin, pengendara motor yang sudah merasakan pemberlakuan SSA ini mengatakan bahwa dengan adanya SSA ini membuat arus kendaraan relatif lancar meski ada hambatan kecil seperti menjelang pintu perlintasan kereta api dan setelah fly over.

"Semoga sih nanti siang hingga malam juga tetap lancar karena kendaaran di akhir pekan biasanya ramainya ya siang dan sore. Apalagi mobil pribadi. Biasanya baru keluar ya siang atau sore hingga malam hari," ujar Nasrudin.

Dirinya mengapresiasi upaya Dinas Perhubungan Kota Depok untuk mengatasi kemacetan di Depok. Walau demikian dirinya juga tetap khawatir masih akan terjadi kemacetan meski sudah diterapkan SSA. "Tapi semoga saja tidak ya," kata warga Kecamatan Beji ini.

Pemerintah Kota Depok akan berfokus menerapkan SSA ini sebelum mengkaji inovasi lain untuk mengatasi kemacetan. Misalnya penerapan plat nomor kendaraan genap ganjil.

Pengamat Tata Kota Nirwono Joga menilai, pemberlakuan SSA adalah langkah tepat untuk atasi kemacetan. SSA bisa dilakukan di ruas jalan yang padat kendaraan dan diberlakukan pada jam jam sibuk seperti pagi dan sore hari.

"Kedepannya mungkin Pemkot Depok bisa berinovasi lain dengan menerapkan sistem plat nomor ganjil genap," ujar Nirwono.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Depok Herman Hidayat mengatakan pihaknya belum melakukan kajian ganjil genap. Pemkot Depok akan berfokus lebih dulu untuk penerapan SSA.

"Kami maksimalkan dulu SSA. Semoga bisa mengurangi kemacetan yang kerap terjadi," tutur Herman.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon