Ini Pesan Ketum MUI untuk Kapolda Metro Jaya

Senin, 31 Juli 2017 | 09:58 WIB
CF
YD
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: YUD
Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz (kanan) saat memberikan pernyataan kepada jurnalis.
Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz (kanan) saat memberikan pernyataan kepada jurnalis. (Beritasatu Photo/ Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz mengunjungi rumah kediaman Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Maruf Amin di Jalan Deli Lorong 27 Nomor 42, RT07/RW08, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7) pagi.

Dalam pembicaraan satu jam dari pukul 8-9 pagi itu, Maruf Amin melihat komitmen dari Kapolda Metro yang baru untuk melakukan pendekatan kepada tokoh ulama dengan cara yang lebih soft (lembut) sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

"Beliau akan mengelola Jakarta dengan cara humanis, pendekatan yang soft, ini kunci untuk mengatasi Jakarta yang lebih kondusif, sehingga bisa meredam keadaan agar tidak menimbulkan masalah baru," ujar Maruf Amin, kepada awak media di depan rumahnya usai bersilahturahmi dengan Kapolda Metro.

Ia mengaku mengetahui rekam jejak dari Idham, dan melihat sosok mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu adalah polisi yang memiliki banyak prestasi, dan ia juga pernah mengunjungi dirinya bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Harapan dan keyakinan saya bahwa beliau sebagai Kapolda bisa mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Beliau silahturahmi ke saya dan ulama yang lain, dengan kerja sama antara kepolisian dan ulama, kondisi Jakarta lebih baik ke depannya," katanya.

Upaya yang dilakukan Kapolda Metro dengan melakukan konsultasi maka bisa mencegah munculnya tindakan aksi unjuk rasa massa di Ibu Kota.

"Aksi itu sebenarnya tidak perlu karena ada mekanisme hukum, kalau saluran terbuka sudah ada, ya melalui mekanisme hukum saja. Saya harap beliau bisa mengatasi masalah keamanan, gangguan Kamtibmas, dan masalah pandangan keagamaan yang intoleran terhadap kelompok lain, komitmen kebangsaan yang setengah-setengah," tambah Maruf Amin.

Disebutkannya, Komitmen kebangsaan itu harus diputuskan, total, dan sudah final di tengah organisasi kemasyarakatan. Jangan sampai bilang Pancasila di depan, namun ada hal-hal lain yang mengkritisi di belakang sehingga menimbulkan ketegangan.

"Kasus soal tokoh agama, akan dilakukan dengan cara humanis, itu pernyataan yang dalam, sehingga beliau dapat melakukan pendekatan yang soft," tandasnya.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Aziz mengaku akan lebih sering melakukan pertemuan silahturahmi dan konsultasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dapat menjaga Kamtibmas.

"Saya datang silahturahmi ke orang tua, kan beliau ini adalah Ketua MUI, dan itu jiasa, kami datang dalam konteks silahturahmi. Kemarin kami saling kenal saat saya di Mabes Polri saat saya menjabat sebagai Kapolda Metro saya akan silahturahmi dengan seluruh orang tua yang dihormati, saya juga sudah menganggap beliau sebagai orang tua sendiri," kata Idham.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon