Kakorlantas Akui DKI Kekurangan Polantas

Kamis, 19 Oktober 2017 | 16:36 WIB
FA
FB
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: FMB
Ilustrasi polisi lalu lintas.
Ilustrasi polisi lalu lintas. (Antara)

Jakarta-- Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI Irjen Royke Lumowa mengakui jika Direktorat Lalu Lintas DKI Jakarta kekurangan personel.

"Saya akui itu. Di Jakarta ini, waktu zaman saya (Dirlantas Polda DKI) 2010, ada 747 titik krusial kemacetan yang harusnya diatasi. Tetapi keberadaan anggota saya waktu itu hanya mampu mengatasi sekitar 60-70 persen," kata Royke di STIK, Jakarta Selatan, Kamis (19/10).

Ada beberapa titik yang memang bolong karena keterbatasan personel di Jakarta yang begitu luas. Sehingga, pun sampai sekarang, pihaknya--sebagai pembina fungsi lalu lintas--secara selektif memilih titik-titik macet yang ada untuk dijaga.

"Kalau semua itu mau diatasi, (sementara) masih manual, memang enggak bisa seperti ini ya. Sistem modern lalu lintas harus berjalan. Peralatan-peralatan untuk mengurai kemacetan harus berjalan," lanjutnya.

Kemudian sistem transportasi angkutan umum juga harus berjalan sehingga pengguna kendaraan pribadi bisa berkurang. Yang dilakukan saat ini masih parsial.

"Yang kita bisa laksanakan hanya manual saja dengan keberadaan anggota di lapangan. Ada 4.500 Polantas di Jakarta mau mengatasi Jabodetabek yang begitu luas, paling di tempat krusial tetapi tidak semua," imbuhnya.

Bahkan sampai-sampai, personel Lantas yang ada di staf dan di loket-loket pelayanan, jika pagi hari mereka di loket, saat sore hari mereka ikut jaga di jalanan.

"Sampai segitunya, kalau saya lihat mereka itu sudah kerja rodi, sudah kerja melebihi daripada beban pekerjaan mereka, yang kerja di kantor, pagi dia jaga dan sore dia jaga (di jalanan). Yang jaga di jalan, dia jaga 24 jam," paparnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon