Rasio Kemacetan Jalan Margonda Masih Batas Normal

Kamis, 30 November 2017 | 16:43 WIB
BH
FH
Penulis: Bhakti Hariani | Editor: FER
Suasana kemacetan di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat.
Suasana kemacetan di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat. (BeritaSatu Photo/Bhakti Hariani)

Depok - Kemacetan saat ini sudah menjadi hal yang sering ditemui di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat. Meski banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan akan tetapi berdasarkan perhitungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, kemacetan di jalan utama kota ini masih termasuk kategori padat, tidak macet total.

Kepala Dishub Kota Depok, Gandara Budiana didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas Akhmat Zaini, mengatakan, pengukuran macet atau tidaknya suatu jalan dilakukan Dishub berdasarkan tingkat kecepatan, panjang antrean dan waktu tempuh.

Berdasarkan Data Dishub, rasio kepadatan kendaraan di Jalan Margonda Raya mencapai 0,53-0,75. Dalam rasio ini, ungkap Akhmat Zaini, masih berada dalam batas tingkat kepadatan normal atau tidak macet total. Untuk rasio macet total adalah 0,8-1.

"Jadi artinya kalau rasio di Jalan Margonda Raya 0,53-0,75 ini berarti memang padat tapi masih bisa berjalan pelan pelan. Bukan macet yang stuck hingga tidak bisa jalan sama sekali," ujar Zaini, di Depok, Kamis (30/11).

Dalam rasio 0,53-0,75 ini kendaraan masih bisa dipacu dalam rentang kecepatan 37,3 hingga 42,5 kilometer per jam. Sedangkan, jika rasio kemacetan sudah mencapai angka 1 maka itu berarti kendaraan sudah tidak bisa berjalan sama sekali.

Namun demikian, Zaini mengakui tingkat pelayanan jalan terhadap pengguna jalan masih termasuk kategori D alias masih cukup buruk.

"Ini yang ingin kami terus perbaiki kedepannya. Mulai dari mengatur arus lalu lintas agar tidak macet. Menambah jumlah rambu rambu lalu lintas dan menerjunkan para petugas Dishub di jam jam sibuk pulang kantor di sore hari serta di akhir pekan," paparnya.

Menyoal tentang Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), Gandara mengatakan, pada tahun ini ataupun tahun 2018 tidak akan ada pembangunan JPO. "Ya jadi tidak ada pembangunan JPO lagi untuk tahun ini ataupun tahun 2018," kata Gandara.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon