Ekspor Karet Sumut Naik 52%

Senin, 8 Januari 2018 | 15:58 WIB
TL
B
Penulis: Tri Listiyarini | Editor: B1
Getah pohon karet.
Getah pohon karet. (Istimewa/Istimewa)

MEDAN-Nilai ekspor karet dan barang dari karet Sumatera Utara (Sumut) pada Januari-November 2017 naik 52,74% dari periode sama 2016 atau mencapai US$ 1,38 miliar. Hal tersebut didorong oleh naiknya harga jual. "Pada Januari-November 2016, nilai ekspor karet dan barang dari karet Sumut masih US$ 909,67 juta," ujar Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi di Medan, kemarin.

Menurut dia, seperti dilansir Antara, kenaikan nilai ekspor didorong naiknya harga dan volume ekspor pada 2017. Akibat kenaikan harga serta volume penjualan karet dan barang dari karet itu, nilai ekspor golongan barang itu ke hampir semua negara tujuan ekspor Sumut mengalami lonjakan.

Ekspor ke Amerika Serikat (AS) misalnya, naik 35,36% dibandingkan periode sama 2016 atau mencapai US$ 266,45 juta, kemudian ke Jepang mencapai US$ 223,38 juta atau naik 46,72% dibandingkan periode sama 2016. Sementara ekspor ke RRT naik lebih besar atau 115,04% menjadi US$ 182,17 juta. "Ekspor karet dan barang dari karet Sumut terbesar memang ke AS," ujar dia.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah mengakui adanya peningkatan harga jual karet Sumut khususnya jenis SIR20. Pada 2017, harga rata-rata ekspor SIR20 naik 19,80% atau menjadi US$ 1,65 per kg dari US$ 1,37 per kg pada 2016.
Namun, meski naik harga jual itu masih di bawah level renumeratif bagi petani yang sebesar US$ 2 atau sekitar Rp 10 ribu per kg untuk harga bahan olah karet (bokar) di tingkat petani.

Harga karet di pedalaman Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada awal Januari 2018 naik tipis dari Rp 6.500 per kg menjadi Rp 7.000 per kg. "Naiknya harga karet membuat petani di daerah ini kembali bergairah, karena pada bulan lalu mengalami penurunan," kata Nordiani, petani karet di Dusun Bayas, Kecamatan Teweh Tengah, kemarin.

Nordiani mengatakan, posisi harga karet yang kembali naik Rp 500 ini cukup membuat petani gembira, mengingat pada bulan lalu sempat turun. Pedalaman Sungai Barito merupakan satu sentra kebun karet di Provinsi Kalimantan Tengah.

Membaiknya harga karet ini hampir merata terjadi pada sentra kebun karet di kabupaten ini. Produksi kebun karet rakyat dominan ditampung kalangan pedagang yang mendatangi kebun petani, atau lebih dikenal dengan sebutan tengkulak. "Ini juga bisa karena ulah tengkulak yang memang menguasai petani," katanya.

Dia menambahkan, para tengkulak mengaku patokan harga beli disesuaikan dengan posisi harga jualnya di kalangan pedagang atau pabrik di Banjarmasin, pusat pemerintahan Kalimantan Selatan. "Masalahnya para petani daerah ini masih tergantung pada para tengkulak karena sampai sekarang belum ada pabrik karet, padahal hasil produksi karet petani cukup banyak," katanya.

Luas kebun karet rakyat di kabupaten itu juga dikenal kaya potensi sumber daya alam batu bara itu, tercatat 46.062 hektare (ha) dengan produksi karet kering mencapai 13.411,49 ton per tahun. Kebun karet rakyat itu tersebar pada sembilan kecamatan di kabupaten tersebut. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon