Pilkada Papua, Polda Antisipasi Kerawanan
Rabu, 17 Januari 2018 | 16:14 WIB
Jakarta - Polda Papua menyiapkan akan ribuan personel mengantisipasi pengamanan Pilkada 2018. Itu karena mereka berstatus daerah rawan sebagaimana Pilkada tahun 2017 yang bahkan pecah konflik.
"Polda sudah melakukan upaya-upaya mengoptimalkan pencegahan. Para pejabat utama sudah datang ke kabupaten-kabupaten dan bertemu dengan tokoh masyarakat dan agama," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal di Mabes Polri, Rabu (17/1).
Polda Papua telah menggandeng unsur pemerintahan untuk menciptakan rasa aman. Bentuknya berupa focus group discussion, silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan sudah dilakukan menjelang Natal karena di Papua masyarakatnya dominan natalan.
Polda dan FKUB di Papua juga mengadakan pertemuan yang akan dilaksanakan setiap tanggal 11 setiap bulan. Itu dilaksanakan di tingkat Polda, tingkat Polres, dan jajaran.
"Sehingga situasi dari waktu ke waktu, yang menyatakan bahwa Papua itu rawan, kita buktikan bahwa Papua itu aman. Proses demokrasi yang ada Papua akan kondusif," sambungnya.
Saat ditanya wartawan apakah sudah terpantau titik rawan di Papua, Kamal menjawab sistem noken yang perlu diantisipasi, karena belajar dari Pilkada 2017. Dimana dari satu kota dan 10 kabupaten yang menggelar Pilkada, ada lima kabupaten yang dilakukan pemungutan suara ulang.
"Lalu terjadi konflik yang berkepanjangan dan itu merugikan kita semua. Di Intan Jaya ada 4 orang meninggal, di Puncak Jaya ada 7 orang meninggal. Juga kerugian materiil baik perkantoran ataupun rumah," urainya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




