Tiga PLTB Ditargetkan Segera Beroperasi

Minggu, 28 Januari 2018 | 13:41 WIB
RA
B
Penulis: Retno Ayuningtyas | Editor: B1
Ilustrasi.
Ilustrasi. (istimewa)

JAKARTA – Pemerintah menargetkan tiga unit pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dengan total kapasitas 260 megawatt (MW) bisa segera beroperasi. Tiga pembangkit ini akan menyusul PLTB Sidrap I berkapasitas 70 MW di Sulawesi Selatan yang ditargetkan beroperasi awal tahun ini.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan informasi Publik dan Kerjasama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi merinci, ketiga pembangkit listrik tersebut adalah PLTB Sidrap Tahap II dan Jeneponto di Sulawesi Selatan, serta PLTB Tanah Laut di Kecamatan Pelaihari, Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Harga listrik ketiga pembangkit ini dipastikan terjangkau masyarakat.

"Ketiganya harganya sangat ekonomis. Artinya, target energy baru terbarukan tercapai dan harga listrik murah untuk rakyat juga terwujud," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (25/1).

Sebagaimana PLTB Sidrap tahap I, PLTB Sidrap tahap II dengan kapasitas 50 megawatt (MW) juga akan dibangun oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi. Harga jual listrik dari Pembangkit ini disepakati sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik, yaitu dibawah 85% dari Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan (BPP) setempat.

Saat ini BPP di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) tercatat sebesar US$ 8,10 sen per kilowatt hour (kWh). PT PLN (Persero) akan menyiapkan kajian teknis terkait implementasi PLTB Sidrap II terhadap sistem jaringan PLN.

Sementara itu, PLTB Jeneponto kapasitas 60 MW dengan investasi sebesar US$ 150 juta ditargetkan akan beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) pada 2018. Dengan estimasi kecepatan angin sekitar 7,5 hingga 8 meter per detik, PLTB ini rata-rata akan memproduksi 198,6 gigawatt hours (GWh) per tahun.

Proyek ini sedikitnya menyerap 190 orang tenaga kerja. Berikutnya, PLTB Tanah Laut akan dikerjakan konsorsium Pace Energy Pte Ltd dan PT Juvisk Tri Swarna. Penandatanganan Letter of Intent (LoI) proyek tersebut telah dilakukan pada Desember 2017 lalu. Proyek dengan nilai investasi sebesar US$ 153 juta ini ditargetkan beroperasi pada 2021. PLTB ini akan dibangun dalam tiga tahap, yakni tahap pertama sebesar 70 MW, tahap kedua 20 MW dan tahap ketiga 60 MW.

Sementara itu, lanjut Agung, PLTB Sidrap I telah dilakukan tahap uji coba interkoneksi dengan jaringan PLN pada minggu pertama Januari ini. Selanjutnya, pembangkit ini diharapkan bisa langsung beroperasi pada awal tahun ini. PLTB Sidrap I akan menjadi pembangkit komersial skala besar pertama di Indonesia yang memanfaatkan energy angin.

Selain PLTB, Pemerintah juga mendorong peningkatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan dengan terus melakukan monitoring beberapa pembangkit.

Beberapa proyek yang diawasi seperti PLT Arus Laut Larantuka 25 MW serta PLTS Terapung Cirata 200 Mwp.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon