Anne Avantie: Bahagia itu Sederhana
Minggu, 13 Mei 2012 | 14:40 WIB
Makan dan ibadah bersama keluarga adalah salah satu kebahagiannya
Perancang busana kelahiran Kota Semarang Anne Avantie menilai, kebahagian adalah sesuatu yang sederhana dan tidak harus mahal seperti bepergian ke luar negeri.
"Bagi saya kebahagiaan awalnya dari rumah. Pergi ke luar negeri bukan orientasi bagi saya," kata Anne Avantie ditemui di sela-sela menikmati acara "car free day" di Jalan Pahlawan Semarang, hari ini.
Anne mengaku sangat menikmati saat berkumpul dengan keluarga untuk makan dan ibadah bersama. Ia bahkan selalu menyempatkan diri memasak untuk keluarga.
"Saya memasak sejak pernikahan kami," kata istri Yoseph Henry ini.
Ia mengaku biasanya hari Sabtu dan Minggu banyak di Jakarta, sementara Senin hingga Jumat berada di Semarang karena tinggal di kota ini.
Selain berkumpul di rumah, Anne juga mengaku menyempatkan diri bersama keluarga keluar rumah untuk makan dan liburan. Salah satunya di acara car free day.
Dalam acara car free day Anne ditemui tengah bersama keluarga termasuk cucunya. Anne juga sempat diminta berpose dengan tupai milik peserta Tugu Muda Reptiles Community.
Usai berfoto, Anne terlihat menunjukkan rasa geli sembari mengusap lengan tangan kanan dan kirinya.
"Saya sebenarya 'geli' dengan reptil, tetapi saya melihat ini kegiatan positif. Saya melihat reptil adalah sarana atau alat dari Tuhan untuk manusia agar berbuat bijak, yakni mengembangbiakkannya," katanya
Anne mengaku suaminya hanya menyukai anjing, sehingga tidak terbiasa dengan reptil seperti tupai atau ular.
Ia menambahkan bersosialisasi dengan masyarakat, merupakan salah satu kunci untuk merawat hati dan kehidupan yang baik karena dirinya bekerja di dunia industri kreatif.
"Bekerja di dunia industri kreatif banyak memakan tenaga, waktu, pikiran, hati, emosi, dan hari. Kalau tidak mempnyai kehidupan yang baik dan pandai merawat hati, menggunakan hari, dan beribadah dengan baik, maka industri kreatif akan macet," katanya.
Hal tersebut, tambah Anne Avantie, karena bekerja di dunia kreatif adalah bersumber dari tubuh yang digerakkan oleh hati dan pikiran, bukan dari alat yang dipegangnya.
Perancang busana kelahiran Kota Semarang Anne Avantie menilai, kebahagian adalah sesuatu yang sederhana dan tidak harus mahal seperti bepergian ke luar negeri.
"Bagi saya kebahagiaan awalnya dari rumah. Pergi ke luar negeri bukan orientasi bagi saya," kata Anne Avantie ditemui di sela-sela menikmati acara "car free day" di Jalan Pahlawan Semarang, hari ini.
Anne mengaku sangat menikmati saat berkumpul dengan keluarga untuk makan dan ibadah bersama. Ia bahkan selalu menyempatkan diri memasak untuk keluarga.
"Saya memasak sejak pernikahan kami," kata istri Yoseph Henry ini.
Ia mengaku biasanya hari Sabtu dan Minggu banyak di Jakarta, sementara Senin hingga Jumat berada di Semarang karena tinggal di kota ini.
Selain berkumpul di rumah, Anne juga mengaku menyempatkan diri bersama keluarga keluar rumah untuk makan dan liburan. Salah satunya di acara car free day.
Dalam acara car free day Anne ditemui tengah bersama keluarga termasuk cucunya. Anne juga sempat diminta berpose dengan tupai milik peserta Tugu Muda Reptiles Community.
Usai berfoto, Anne terlihat menunjukkan rasa geli sembari mengusap lengan tangan kanan dan kirinya.
"Saya sebenarya 'geli' dengan reptil, tetapi saya melihat ini kegiatan positif. Saya melihat reptil adalah sarana atau alat dari Tuhan untuk manusia agar berbuat bijak, yakni mengembangbiakkannya," katanya
Anne mengaku suaminya hanya menyukai anjing, sehingga tidak terbiasa dengan reptil seperti tupai atau ular.
Ia menambahkan bersosialisasi dengan masyarakat, merupakan salah satu kunci untuk merawat hati dan kehidupan yang baik karena dirinya bekerja di dunia industri kreatif.
"Bekerja di dunia industri kreatif banyak memakan tenaga, waktu, pikiran, hati, emosi, dan hari. Kalau tidak mempnyai kehidupan yang baik dan pandai merawat hati, menggunakan hari, dan beribadah dengan baik, maka industri kreatif akan macet," katanya.
Hal tersebut, tambah Anne Avantie, karena bekerja di dunia kreatif adalah bersumber dari tubuh yang digerakkan oleh hati dan pikiran, bukan dari alat yang dipegangnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




