SIM Buka Kantor Perwakilan
Senin, 16 Juli 2018 | 21:07 WIB
Jakarta - Singapore Institute of Management (SIM), lembaga pendidikan swasta terkemuka di Singapura, secara resmi membuka kantor perwakilan (RO) di Jakarta, 10 Juli 2018. Ini adalah kantor perwakilan luar negeri pertama yang didirikan oleh SIM untuk lebih mengenalkan programnya di bawah merek SIM Global Education (SIM GE) di Indonesia.
SIM GE bermitra dengan lebih dari 10 universitas peringkat atas dan terkemuka dari Australia, Eropa, Inggris dan Amerika Serikat dan menawarkan lebih dari 80 program akademik di Singapura. Saat ini, SIM memiliki pendaftaran sekitar 19 ribu siswa dengan sekitar 20% dari mereka adalah siswa internasional.
Pendidikan di Indonesia adalah sektor yang penting dan berkembang pesat. Berdasarkan hal tersebut, SIM RO bertujuan memberikan informasi, nasihat, dan konsultasi pribadi yang berharga kepada calon siswa dan orang tua yang akan membantu mereka membuat keputusan berdasarkan informasi tentang belajar di Singapura dan di SIM GE khususnya .
"Tujuan lainnya dari hadirnya kantor perwakilan SIM di Indonesia adalah untuk meningkatkan dan menetapkan peluang kerja bagi mahasiswa dan lulusan SIM GE dari Indonesia. Hal ini dilakukan melalui kemitraan perusahaan lokal dan multinasional di Indonesia untuk menawarkan program magang dan manajemen trainee," ujar Lee Kwok Cheong, chief executive officer SIM Holdings, dalam keterangan resmi, Senin (16/7).
Dia menambahkan, kemitraan yang dijalin SIM dengan perusahaan sejauh ini termasuk Go-Jek, GlaxoSmithKline, British American Tobacco, Asean Foundation, dan CPA Australia. Perusahaan-perusahaan ini melihat nilai lebih dalam mempekerjakan lulusan SIM GE yang tidak hanya terlatih dalam bidang keahlian mereka, tetapi juga memiliki pandangan internasional dan keterampilan sosial penting lainnya yang dibangun melalui pengalaman belajar yang holistik dan beragam secara budaya di SIM.
SIM GE telah menjadi pilihan populer bagi mahasiswa Indonesia yang ingin memperoleh pendidikan yang diakui secara global di Singapura. Hingga akhir 2017, 23% siswa internasionalnya berasal dari Indonesia.
"SIM menyadari, pendidikan adalah pilar penting bagi pembangunan lebih lanjut di Indonesia. Orang Indonesia saat ini menghadapi banyak pilihan untuk pendidikan luar negeri dan membuat keputusan yang tepat mungkin tidak mudah. Kami juga berharap dengan memfasilitasi pertukaran antara siswa Singapura dan Indonesia, kami dapat mempromosikan pembelajaran lintas budaya dan memperkuat hubungan jangka panjang dan kolaborasi antara kedua negara, " kata Lee.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




