Pasar Supercar di Indonesia Mengenaskan
Jumat, 17 Agustus 2018 | 10:48 WIB
Jakarta - Menjual supercar di Indonesia ternyata bukan perkara yang mudah. Hal ini diakui Presiden Direktur Prestige Motorcars, Rudy Salim yang merupakan Importir Umum (IU) mobil listrilk dan juga supercar di Indonesia.
Menurut Rudy, sulitnya menjual supercar di Indonesia lantaran harga jual mobil jenis ini tergolong tinggi. Sebab ada banyak pajak yang harus dibayarkan, mulai dari PIB (Pemberitahuan Impor Barang), PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah), dan pajak jenis lainnya.
"Pasar supercar di Indonesia bukan hanya lesu, tetapi juga mengenaskan. Susah sekali menjual mobil supercar di Indonesia karena banyak sekali pajak yang harus dibayarakan," kata Rudy Salim, di showroom Prestige Motorcars, Jakarta, Kamis (16/8).
Banyaknya pajak yang harus dibayarkan membuat harga jual mobil ini menjadi sangat tinggi. Menurut Rudy, harganya bahkan bisa naik tiga kali lipat dibandingkan harga di negara asalnya.
Prestige Motorcars juga baru saja meluncurkan mobil Aston Martin Vanguish S Ultimate untuk pasar Indonesia yang dibanderol di atas Rp 14 miliar. Kehadiran mobil limited edition ini diharapkan bisa menstimulus pasar supercar di Indonesia agar kembali bergairah.
"Supercar ini sangat istimewa karena hanya ada satu unit di Indonesia dari 175 unit yang diproduksi di seluruh dunia," tutur Rudy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




