Jatuhkan Sanksi ke Tiongkok

Rusia Sebut AS "Bermain Curang"

Sabtu, 22 September 2018 | 13:23 WIB
JA
B
Penulis: Jeanny Arylien Aipassa | Editor: B1
Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov di Moskow, Rabu pekan lalu.
Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov di Moskow, Rabu pekan lalu. (AFP PHOTO /KIRILL KUDRYAVTSEV )

Moskwa - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan Amerika Serikat (AS) "bermain curang" dengan menjatuhkan sanksi terbaru bagi Tiongkok.

Pernyataan itu, disampaikan Lavrov, untuk menanggapi sanksi terbaru yang dijatuhkan AS terhadap Tiongkok, karena membeli pesawat tempur dari Rusia.

"Apa yang dilakukan AS adalah tindakan lain dari persaingan tidak sehat. Mereka pemain yang melakukan kompetisi curang," kata Lavrov, seperti dikutip Kantor Berita Interfax, Jumat (21/9).

Baru-baru ini, Rusia menjual 10 pesawat tempur Sukhoi Su-35 dan sistem rudal permukaan ke udara S-400 ke Tiongkok, sebagai tindak lanjut dari kerja sama pascalatihan militer gabungan kedua negara, di Rusia, awal bulan ini.

Perdagangan peralatan militer antara Tiongkok dan Rusia, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, naik menjadi US$ 87 miliar pada 2017, dari US$ 64,2 miliar pada 2015.

Awal pekan ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan dia mengharapkan perdagangan antara kedua negara itu mencapai US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1,5 triliun,  pada 2018.

Pada Kamis (20/9), Menlu AS Mike Pompeo, seusai berkonsultasi dengan Menteri Keuangan AS Stephen Mnuchin, menjatuhkan sanksi kepada Departemen Pengembangan Peralatan Militer Tiongkok, yang bertanggung jawab untuk meningkatkan teknologi militer atas pembelian jet tempur buatan Rusia.

Tak hanya itu, AS juga menjatuhkan sanksi kepada 33 orang dan perusahaan yang terkait dengan militer dan intelijen Rusia ke dalam daftar hitam, termasuk Kepala Departemen Pengembangan Peralatan Militer Tiongkok, Li Shangfu.

Menurut Pompeo, pembelian senjata dari Rusia yang dilakukan Tiongkok telah melanggar Undang-Undang 2017, Melawan Adversaris Amerika Melalui Sanksi Bertindak. Perusahaan dan oang AS juga "dilarang" melakukan bisnis dengan Rusia terkait sanksi tersebut.

Sumber : Reuters/NPR



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon