Kontes Tembakan Tiga Angka Awali NBL All-Star
Rabu, 27 Juni 2012 | 21:05 WIB
Pesta NBL All-Star 2012 tengah berlangsung di C-Tra Arena, Bandung, hari ini, Rabu (27/6). Penonton dan juga seluruh pemain yang terlibat terlihat menikmati gelaran ini.
Lomba tembakan tiga angka mengawali pesta para bintang. Enam pemain ambil bagian dalam lomba ini, yaitu Ary Chandra dan Andi Poejakusuma dari Pelita Jaya Esia, Merio Ferdiansyah dari Stadium, shooting guard Muba Hangtuah Sumsel Agustinus Dapas Sigar, MVP NBL Indonesia 2011-2012 Yanuar Dwi Priasmoro dari Bima Sakti Malang, dan guard Angsapura Satya Wacana Respati Ragil Pamungkas.
Pada putaran pertama, Andi memperoleh 14 poin disusul Merio dengan 12 poin dan Yanuar melesakkan 11 poin untuk beradu di putaran kedua. Yanuar hanya mampu meraih enam angka di putaran kedua, sementara Andi melesakkan 16 poin.
Merio yang mendapatkan kesempatan terakhir sempat membuat Andi was-was karena ia berhasil mencetak 13 angka dan masih menyisakan satu bola double-jackpot yang jika masuk mendapatkan empat angka. Tapi, Merio justru terburu-buru dan gagal sehingga Andi berhak menjadi juara lomba tembakan tiga angka.
“Itu masalah mental, dan tadi saya banyak berdoa biar Merio tembakannya meleset,” ujar Andi sambil bercanda.
Indonesian Legends Game
Pada acara kedua, mantan bintang basket nasional beradu kebolehan dan mempertunjukkan sisa-sisa kemampuannya pada Indonesian Legends Game.
Tim biru diperkuat antara lain oleh Muhamad Rifky, Amran A Sinta, dan Lucky Pinontoan, sementara tim merah bermaterikan antara lain Riko Hantono, Andre Tiara, dan AF Rinaldo.
Pertandingan yang berlangsung santai dan penuh canda ini akhirnya dimenangkan oleh tim merah dengan skor 60-44. Firmansyah, yang pernah memperkuat Panasia, dan Hari Suharsono, yang terakhir kali bermain untuk Aspac, masing-masing mencetak 12 poin.
Riko mengaku senang bisa tampil pada pertandingan eksibisi yang mempertemukan para mantan pemain ini.
“Saya senang sekali bisa main di pertandingan ini. Ketemu teman-teman lama, nostalgia, dan bisa mengembalikan memori lama. Jangan lupa, tahun depan bikin lagi ya,” kata Riko usai pertandingan.
Riko tak bisa terlalu lama beristirahat usai pertandingan, karena kontes shooting star sudah menunggunya. Pada kontes ini, empat tim yang bermaterikan satu mantan pemain, satu pemain NBL, dan satu pemain WNBL beradu jitu tembakan dari berbagai sudut lapangan.
Tim Jakarta yang berisi Riko, Oki Wira Sanjaya, dan Wulan Ayungningrum, menjadi juara setelah mencatat waktu 1 menit 37 detik dan mengalahkan tim Jawa Barat, yang mengandalkan Andre Tiara, Wendha Wijaya, dan Aty Yuliani, yang gagal mencetak poin dari tengah lapangan.
Selain tim Jakarta dan Jawa Barat, tim Jawa Tengah dan Jawa Timur juga beradu skill namun mereka gagal di putaran pertama.
Lomba tembakan tiga angka mengawali pesta para bintang. Enam pemain ambil bagian dalam lomba ini, yaitu Ary Chandra dan Andi Poejakusuma dari Pelita Jaya Esia, Merio Ferdiansyah dari Stadium, shooting guard Muba Hangtuah Sumsel Agustinus Dapas Sigar, MVP NBL Indonesia 2011-2012 Yanuar Dwi Priasmoro dari Bima Sakti Malang, dan guard Angsapura Satya Wacana Respati Ragil Pamungkas.
Pada putaran pertama, Andi memperoleh 14 poin disusul Merio dengan 12 poin dan Yanuar melesakkan 11 poin untuk beradu di putaran kedua. Yanuar hanya mampu meraih enam angka di putaran kedua, sementara Andi melesakkan 16 poin.
Merio yang mendapatkan kesempatan terakhir sempat membuat Andi was-was karena ia berhasil mencetak 13 angka dan masih menyisakan satu bola double-jackpot yang jika masuk mendapatkan empat angka. Tapi, Merio justru terburu-buru dan gagal sehingga Andi berhak menjadi juara lomba tembakan tiga angka.
“Itu masalah mental, dan tadi saya banyak berdoa biar Merio tembakannya meleset,” ujar Andi sambil bercanda.
Indonesian Legends Game
Pada acara kedua, mantan bintang basket nasional beradu kebolehan dan mempertunjukkan sisa-sisa kemampuannya pada Indonesian Legends Game.
Tim biru diperkuat antara lain oleh Muhamad Rifky, Amran A Sinta, dan Lucky Pinontoan, sementara tim merah bermaterikan antara lain Riko Hantono, Andre Tiara, dan AF Rinaldo.
Pertandingan yang berlangsung santai dan penuh canda ini akhirnya dimenangkan oleh tim merah dengan skor 60-44. Firmansyah, yang pernah memperkuat Panasia, dan Hari Suharsono, yang terakhir kali bermain untuk Aspac, masing-masing mencetak 12 poin.
Riko mengaku senang bisa tampil pada pertandingan eksibisi yang mempertemukan para mantan pemain ini.
“Saya senang sekali bisa main di pertandingan ini. Ketemu teman-teman lama, nostalgia, dan bisa mengembalikan memori lama. Jangan lupa, tahun depan bikin lagi ya,” kata Riko usai pertandingan.
Riko tak bisa terlalu lama beristirahat usai pertandingan, karena kontes shooting star sudah menunggunya. Pada kontes ini, empat tim yang bermaterikan satu mantan pemain, satu pemain NBL, dan satu pemain WNBL beradu jitu tembakan dari berbagai sudut lapangan.
Tim Jakarta yang berisi Riko, Oki Wira Sanjaya, dan Wulan Ayungningrum, menjadi juara setelah mencatat waktu 1 menit 37 detik dan mengalahkan tim Jawa Barat, yang mengandalkan Andre Tiara, Wendha Wijaya, dan Aty Yuliani, yang gagal mencetak poin dari tengah lapangan.
Selain tim Jakarta dan Jawa Barat, tim Jawa Tengah dan Jawa Timur juga beradu skill namun mereka gagal di putaran pertama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
PSM Makassar vs Persis Solo, Tekanan Misi 3 Poin Kandang




