Skandal Bulu Tangkis: Didiskualifikasi, Yu Yang Gantung Raket
Kamis, 2 Agustus 2012 | 12:03 WIB
"Selamat tinggal bulu tangkis yang saya cintai."
Malu setelah didiskualifikasi karena skandal "melempar pertandingan" di Olimpiade 2012, atlet bulu tangkis China, Yu Yang memutuskan berhenti dari olahraga yang ditekuninya.
Sementara itu, para pejabat pemerintah China memerintahkan pimpinan tim Olimpiade mereka dan pemain yang terkena masalah untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik.
Yu adalah satu dari delapan pebulu tangkis yang didiskualifikasi karena dinilai sengaja tidak ingin memenangkan pertandingan.
"Ini adalah kompetisi terakhir saya. Selamat tinggal Badminton World Federation (BWF). Selamat tinggal bulu tangkis yang saya cintai," tulis Yu di mikroblog Tencent.
"Kami hanya memilih untuk menggunakan aturan untuk melepas pertandingan. Ini hanya dilakukan agar kami bisa berkompetisi lebih baik di babak berikut. Ini pertama kali Olimpiade mengubah format pertandingan. Mereka tidak mengerti bagaimana aturan ini bisa berdamapak buruk bagi pemain," katanya lagi.
"Anda sudah menghancurkan impian kami. Sesimpel itu. Sama sekali tidak rumit. Tapi, ini tidak bisa dimaafkan."
Malu setelah didiskualifikasi karena skandal "melempar pertandingan" di Olimpiade 2012, atlet bulu tangkis China, Yu Yang memutuskan berhenti dari olahraga yang ditekuninya.
Sementara itu, para pejabat pemerintah China memerintahkan pimpinan tim Olimpiade mereka dan pemain yang terkena masalah untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik.
Yu adalah satu dari delapan pebulu tangkis yang didiskualifikasi karena dinilai sengaja tidak ingin memenangkan pertandingan.
"Ini adalah kompetisi terakhir saya. Selamat tinggal Badminton World Federation (BWF). Selamat tinggal bulu tangkis yang saya cintai," tulis Yu di mikroblog Tencent.
"Kami hanya memilih untuk menggunakan aturan untuk melepas pertandingan. Ini hanya dilakukan agar kami bisa berkompetisi lebih baik di babak berikut. Ini pertama kali Olimpiade mengubah format pertandingan. Mereka tidak mengerti bagaimana aturan ini bisa berdamapak buruk bagi pemain," katanya lagi.
"Anda sudah menghancurkan impian kami. Sesimpel itu. Sama sekali tidak rumit. Tapi, ini tidak bisa dimaafkan."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




