Perbaiki Ekonomi, Ganjar Perintahkan Seluruh Kepala Daerah Belanjakan APBD
Jumat, 17 Juli 2020 | 12:06 WIB
Magelang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan seluruh kepala daerah segera membelanjakan APBD, agar dapat memberikan stimulus kepada masyarakat sehingga mampu meningkatkan ekonomi masing-masing.
"Rata-rata semua daerah mengalami penurunan pendapatan. Maka kemarin saat rapat dengan Presiden, saya diperintahkan agar memberikan stimulus ekonomi dengan cara mengoptimalkan APBD. Hari ini, perintah itu saya teruskan ke Bupati/Wali Kota di daerah," kata Ganjar, usai rapat terbatas dengan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito dan sejumlah jajarannya di Kantor Balai Kota Magelang, Kamis (16/7/2020).
Presiden lanjut Ganjar meminta seluruh kepala daerah segera mengoptimalkan APBD. Menindaklanjuti perintah itu, Ganjar langsung gerak cepat meneruskannya pada masing-masing Kepala Daerah di Jawa Tengah.
"Ini waktunya kita belanjakan APBD. Kesempatannya hanya ada pada bulan Juli, Agustus hingga September. Maka saya minta semua cepat," tegas Ganjar.
Kalau itu dilakukan maka ekonomi di kuartal ketiga akan menanjak. Sehingga, akhir tahun ekonomi di Jawa Tengah akan positif.
"Tapi belanjanya saya minta ke UKM yang paling lokal, biar masyarakat kecil bisa jalan. Jadi yang kecil-kecil kita berikan stimulus, sementara perusahaan besar yang ekspor kita berikan insentif dan karpet merah, agar ekspor impor kita bagus dan devisa bisa masuk," tegasnya.
Selain itu, pihaknua juga tengah menggodok peraturan terkait belanja proyek-proyek dari APBD. Ia mengusulkan agar sejumlah proyek dilakukan dengan cara padat karya.
"Saatnya sekarang, gotong royong digiatkan. Dengan padat karya, maka masyarakat juga bisa ikut merasakan," ucapnya.
Ganjar menyebutkan, pendapatan Jawa Tengah lanjut dia memang sangat terdampak. Dari laporan yang diterima, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng turun sekitar 12,5 persen.
"Pendapatan Jateng turun sekitar 12,5 persen. Soalnya PAD Jateng kan terbesar dari pajak kendaraan bermotor. Karena tidak ada yang beli kendaraan, jadi pendapatan kita menurun," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




