Indonesia Raih Penghargaan di Expo 2012 Yeosu Korea

Senin, 13 Agustus 2012 | 23:03 WIB
ID
B
Penulis: Ismira Lutfia/ Yudo Dahono | Editor: B1
Suasana di Expo 2012 Yeusu, Korea Selatan. (Istimewa)
Suasana di Expo 2012 Yeusu, Korea Selatan. (Istimewa)
Anjungan Indonesia dianggap selaras dengan pesan maupun pelaksanaan Expo 2012 Yeosu Korea.

Anjungan Indonesia di Expo 2012 Yeosu, Korea Selatan berhasil meraih Penghargaan Cosmos. Penghargaan ini diberikan untuk pavilion peserta pameran yang dianggap berhasil memamerkan paviliunnya sesuai terhadap tema yang ditentukan.
 
Anjungan Indonesia yang dinamai Wonderful Indonesia mengambil tema memelihara keragaman tropis dan tema ini dianggap selaras melalui pesan maupun pelaksanaan aksinya dengan Expo 2012 Yeosu Korea. Dalam Expo ini diusung tema kehidupan samudera dan pesisir: keragaman sumberdaya dan kegiatan yang berkelanjutan.
 
Melalui siaran pers Panitia Nasional Expo 2012 Yeosu Korea, Senin (13/8), dikatakan bahwa Indonesia meraih penghargaan ini karena pesan konservasi kelautannya dan terpilih sebagai pemenang tunggal diantara 10 negara nominasi terbaik dalam upacara penutupan pada hari Minggu (12/8).

Expo ini sendiri sudah berlangsung sejak 12 Mei lalu. Bureau Internationale des Expositions (BIE) sebagai lembaga antar pemerintah yang mengawasi jalannya expo internasional memberikan penghargaan ini sebagai tradisi pada setiap penyelenggaraan expo.
 
“Selama expo telah dipamerkan berbagai aspek sejarah kelautan dan pembangunan pesisir serta masyarakat pesisir Indonesia, mulai dari jaman abad lampau sampai masa kini,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gellwynn Jusuf, yang memimpin misi Indonesia di Expo tersebut.
 
“Anugrah ini telah membuat partisipasi kita pada expo bertaraf dunia ini menjadi sangat berarti dikarenakan ke depan paradigma Blue Economy yang digagas Indonesia menjadi konsep dasar pembangunan berbasis kelautan bagi negara-negara kepulauan di dunia,” kata Gellwyn.
 
Ditambahkannya, ada tiga pilar pembangunan berkelanjutan yang memberi dampak pada Ekonomi Biru yaitu ekosistem, ekonomi dan sosial masyarakat.

Pertimbangan ekosistem perlu diintegrasikan ke dalam keputusan-keputusan ekonomik dan sosial masyarakat, tidak terpisah-pisah dan saling bersaing.
 
Atas penghargaan yang diberikan kepada pavilion Indonesia ini, maka BIE dan Yayasan Jepang akan mentransfer dana sebesar €20.000 kepada Yayasan Pulau Banyak di Aceh Tenggara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon