Suporter Sriwijaya FC Dibekukan
Kamis, 11 Oktober 2012 | 15:32 WIB
Selama ini Sriwijaya FC memiliki suporter yang tergabung dalam Bela Armada Sriwijaya (Beladas) dan Singa Mania.
Seluruh suporter Sriwijaya FC di Sumatera Selatan untuk sementara dibekukan karena selama ini dipandang sering melakukan keributan.
Hal itu berdasarkan hasil keputusan pertemuan pihak manajemen Sriwijaya FC, Pemerintah Kota bersama jajaran Polresta Palembang, hari ini.
Pembekuan pendukung Sriwijaya FC itu terakhir terkait terjadinya keributan antarsuporter di Palembang, Rabu, yang mengakibatkan tiga motor dibakar massa.
Pengurus Sriwijaya FC Augie Bunyamin membenarkan, sekarang ini pendukung klub "Laskar Kito" ditiadakan untuk sementara. Nantinya, saat menyaksikan dan mendukung klub pernah meraih dua gelar juara tersebut tidak menggunakan atribut lagi.
"Manajemen Sriwijaya FC melarang setiap aktivitas dengan mengatasnamakan dan menggunakan atribut suporter," katanya.
"Kami membekukan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan," tegasnya.
Selama ini Sriwijaya FC memiliki suporter yang tergabung dalam Bela Armada Sriwijaya (Beladas) dan Singa Mania. Kedua kelompok besar inilah yang kerap melakukan keributan di antara mereka, baik di dalam stadion maupun di luar arena pertandingan.
Menurutnyaa, pihaknya masih membuka kesempatan bagi suporter untuk berbenah hingga mereka kembali dapat dikatakan pendukung resmi. Dengan pembekuan itu menurut Augie, setiap laga kandang tidak satupun penonton yang menggunakan atribut suporter tertentu.
Selain itu kelompok tersebut tidak diperkenankan membawa alat musik ke dalam stadion. Ketua Suporter Singa Mania mengatakan, pembekuan tersebut harus diperjelas karena pihaknya memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Kalau pembubaran organisasi pihaknya keberatan tetapi hanya tidak melaksanakan aktivitas sebagai suporter untuk sementara ini dirinya masih menerima.
Seluruh suporter Sriwijaya FC di Sumatera Selatan untuk sementara dibekukan karena selama ini dipandang sering melakukan keributan.
Hal itu berdasarkan hasil keputusan pertemuan pihak manajemen Sriwijaya FC, Pemerintah Kota bersama jajaran Polresta Palembang, hari ini.
Pembekuan pendukung Sriwijaya FC itu terakhir terkait terjadinya keributan antarsuporter di Palembang, Rabu, yang mengakibatkan tiga motor dibakar massa.
Pengurus Sriwijaya FC Augie Bunyamin membenarkan, sekarang ini pendukung klub "Laskar Kito" ditiadakan untuk sementara. Nantinya, saat menyaksikan dan mendukung klub pernah meraih dua gelar juara tersebut tidak menggunakan atribut lagi.
"Manajemen Sriwijaya FC melarang setiap aktivitas dengan mengatasnamakan dan menggunakan atribut suporter," katanya.
"Kami membekukan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan," tegasnya.
Selama ini Sriwijaya FC memiliki suporter yang tergabung dalam Bela Armada Sriwijaya (Beladas) dan Singa Mania. Kedua kelompok besar inilah yang kerap melakukan keributan di antara mereka, baik di dalam stadion maupun di luar arena pertandingan.
Menurutnyaa, pihaknya masih membuka kesempatan bagi suporter untuk berbenah hingga mereka kembali dapat dikatakan pendukung resmi. Dengan pembekuan itu menurut Augie, setiap laga kandang tidak satupun penonton yang menggunakan atribut suporter tertentu.
Selain itu kelompok tersebut tidak diperkenankan membawa alat musik ke dalam stadion. Ketua Suporter Singa Mania mengatakan, pembekuan tersebut harus diperjelas karena pihaknya memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Kalau pembubaran organisasi pihaknya keberatan tetapi hanya tidak melaksanakan aktivitas sebagai suporter untuk sementara ini dirinya masih menerima.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




