Pasar Kondotel di Bali Masih Potensial
Selasa, 6 November 2012 | 09:32 WIB
Nusa Dua dinilai sebagai daerah yang memiliki penyerapan tertinggi yakni 99,8%, disusul Kuta (95,7%), dan Uluwatu (89,8%).
Lembaga riset dan konsultan properti PT Wilson Propertindo (Knight Frank) menyatakan, pasar kondotel yang potensial tetap dipegang oleh Bali sebagai daerah pariwisata.
Knight Frank memproyeksikan, pasokan kondotel di Bali bakal bertambah sebanyak 1.700 unit hingga 2013.
Menurut Senior Associate Director Advisory and Investment Knight Frank Fakky Ismail Hidayat, saat ini pasokan kondotel di Bali mencapai 2.713 unit yang berasal dari 21 proyek yang telah ada.
"Dari total 21 proyek, sebanyak 11 proyek telah mencapai tingkat penjualan 100% hingga Semester I-2011," ujarnya seperti dikutip dari laman Investor Daily, Selasa (6/11).
Adapun jumlah pasokan unit kondotel yang akan masuk ke pasar, lanjutnya, sebesar 1.700 unit. Pasokan tersebut diperkirakan memenuhi pasar kondotel hingga tahun 2013.
Pasokan kondotel secara dominan dilakukan di wilayah Kuta yakni mencapai 68,4%, disusul dengan Nusa Dua (16,3%), Uluwatu (13,3%) dan lainnya 2%.
"Ke depan wilayah utara Bali akan makin banyak pasokan karena terbatasnya lahan dan harga di selatan Bali," paparnya.
Fakky menambahkan, penyerapan kondotel di Bali hingga semester I- 2011 sudah 95% atau sekitar 2.578 unit.
Nusa Dua dinilai sebagai daerah yang memiliki penyerapan tertinggi yakni 99,8%, disusul Kuta (95,7%), dan Uluwatu (89,8%).
"Penyerapan akan tetap tinggi seiring bertambahnya wisatawan," tutur dia.
Berdasarkan data Knight Frank, harga jual kondotel rata-rata per meter persegi (m2) bervariasi bergantung pada wilayah. Di antaranya di Nusa Dua harga kondotel mencapai Rp 22,05 juta per m2 dan Uluwatu Rp l7,49 juta per m2.
Senior Research Manager Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji sebelumnya mengungkapkan, tren kunjungan wisatawan ke Bali tiap tahun meningkat sekitar 9%. Jumlah wisatawan asal luar negeri dan domestik makin bertambah tiap tahunnya.
Mengutip data Badan Pusat Statistik, ujar Hasan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali selama Januari-Mei 2011 sebanyak 1,05 juta orang atau meningkat 6% dibandingkan dengan akhir tahun lalu.
Sementara Jumlah kunjungan turis dari Asean dan Asia Pasifik masih mendominasi yakni 71%, disusul Eropa (23%) dan Amerika Serikat (5%).
Selama 5 bulan pertama tahun ini, sambung Hasan, jumlah turis dari Singapura juga melonjak 33,23% dibandingkan dengan tahun lalu sedangkan turis Jepang melorot drastis hingga 24,60%.
"Namun, bertumbuhnya ekonomi Indonesia akan makin mendorong jumlah wisatawan ke Bali," kata dia.
Lembaga riset dan konsultan properti PT Wilson Propertindo (Knight Frank) menyatakan, pasar kondotel yang potensial tetap dipegang oleh Bali sebagai daerah pariwisata.
Knight Frank memproyeksikan, pasokan kondotel di Bali bakal bertambah sebanyak 1.700 unit hingga 2013.
Menurut Senior Associate Director Advisory and Investment Knight Frank Fakky Ismail Hidayat, saat ini pasokan kondotel di Bali mencapai 2.713 unit yang berasal dari 21 proyek yang telah ada.
"Dari total 21 proyek, sebanyak 11 proyek telah mencapai tingkat penjualan 100% hingga Semester I-2011," ujarnya seperti dikutip dari laman Investor Daily, Selasa (6/11).
Adapun jumlah pasokan unit kondotel yang akan masuk ke pasar, lanjutnya, sebesar 1.700 unit. Pasokan tersebut diperkirakan memenuhi pasar kondotel hingga tahun 2013.
Pasokan kondotel secara dominan dilakukan di wilayah Kuta yakni mencapai 68,4%, disusul dengan Nusa Dua (16,3%), Uluwatu (13,3%) dan lainnya 2%.
"Ke depan wilayah utara Bali akan makin banyak pasokan karena terbatasnya lahan dan harga di selatan Bali," paparnya.
Fakky menambahkan, penyerapan kondotel di Bali hingga semester I- 2011 sudah 95% atau sekitar 2.578 unit.
Nusa Dua dinilai sebagai daerah yang memiliki penyerapan tertinggi yakni 99,8%, disusul Kuta (95,7%), dan Uluwatu (89,8%).
"Penyerapan akan tetap tinggi seiring bertambahnya wisatawan," tutur dia.
Berdasarkan data Knight Frank, harga jual kondotel rata-rata per meter persegi (m2) bervariasi bergantung pada wilayah. Di antaranya di Nusa Dua harga kondotel mencapai Rp 22,05 juta per m2 dan Uluwatu Rp l7,49 juta per m2.
Senior Research Manager Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji sebelumnya mengungkapkan, tren kunjungan wisatawan ke Bali tiap tahun meningkat sekitar 9%. Jumlah wisatawan asal luar negeri dan domestik makin bertambah tiap tahunnya.
Mengutip data Badan Pusat Statistik, ujar Hasan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali selama Januari-Mei 2011 sebanyak 1,05 juta orang atau meningkat 6% dibandingkan dengan akhir tahun lalu.
Sementara Jumlah kunjungan turis dari Asean dan Asia Pasifik masih mendominasi yakni 71%, disusul Eropa (23%) dan Amerika Serikat (5%).
Selama 5 bulan pertama tahun ini, sambung Hasan, jumlah turis dari Singapura juga melonjak 33,23% dibandingkan dengan tahun lalu sedangkan turis Jepang melorot drastis hingga 24,60%.
"Namun, bertumbuhnya ekonomi Indonesia akan makin mendorong jumlah wisatawan ke Bali," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




