Keju Roquefort, Rahasia Umur Panjang Orang Prancis
Kamis, 20 Desember 2012 | 05:56 WIB
Kandungan dalam keju ini memiliki manfaat anti peradangan.
Menyantap keju Roquefort bisa membantu menjaga penyakit jantung di luar kandungan lemak dan garamnya yang tinggi, menurut riset baru yang menunjukkan mengapa orang Prancis memiliki kesehatan yang baik.
Para ilmuwan menemukan keju Prancis, yang terkenal karena bentuknya yang dipenuhi serat hijau dan seperti berjamur, memiliki kandungan anti peradangan.
Temuan ini bisa menyediakan petunjuk terhadap “paradoks Prancis” dan menjelaskan mengapa orang yang hidup di negara itu menikmati kesehatan yang baik meski senang menyantap makanan mengandung lemak jenuh yang tinggi.
Menggunakan teknologi baru, para peneliti menemukan kandungan yang bekerja maksimal dalam keju yang terbilang paling tua dan matang di dunia.
Kandungan blue cheese yang proses pematangannya dilakukan di dalam gua-gua di daerah selatan Prancis, dekat Toulouse, ditemukan bekerja dengan sangat baik dalam lingkungan asam di dalam tubuh, seperti lapisan dalam perut atau permukaan kulit.
Pengasaman juga proses yang biasa mengikuti peradangan seperti dalam persendian yang dipengaruhi oleh rematik atau plak khusu di dinding arteri.
Perempuan Prancis menikmati kesempatan hidup yang paling lama di Eropa, dengan angka rata-rata 85,3 tahun dibanding angka 82,3 tahun untuk perempuan Inggris.
Kelompok dokter-dokter di perusahaan bioteknologi yang berada di Cambridge mengembangkan teknologi yang membantu mengidentifikasi faktor-faktor anti peradangan.
Tim dari Lycotec, dipimpin oleh Dr Ivan Petyaev dan Dr Yuriy Bashmakov, menunjukan unsure baru yang bisa diekstrak untuk membantu melawan penyakit jantung atau dalam krim-krim anti penuaan.
Mereka mendetailkan pekerjaan mereka dalam sebuah penelitian, yang dipublikasikan di jurnal Medical Hypotheses, berjudul: “Could cheese be the missing piece in the French paradox puzzle?”
“Faktor-faktor anti peradangan ditemukan di keju-keju ini bisa diekstraksi dan digunakan secara independen atau sebagai bagian farmasi atau produk kecantikan saat ini,” tulis peneliti di dalam jurnal itu.
“Obserbasi mengindikasikan bahwa konsumsi red wine saja tidak bisa menjelaskan paradoks dan mungkin konstituen lainnya dalam tipikal cara makan orang Prancis yang bertanggungjawab untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Kami berhipotesa bahwa konsumsi keju, terutama jenis yang berjamur, kemungkinan berkontribusi pada apa yang dinamakan paradoks Prancis.”
Roquefort yang diperkirakan pertama kali disantap pada sekitar tahun 79 Masehi, terkenal dengan rasanya yang tajam, asin, dan gurih.
Menyantap keju Roquefort bisa membantu menjaga penyakit jantung di luar kandungan lemak dan garamnya yang tinggi, menurut riset baru yang menunjukkan mengapa orang Prancis memiliki kesehatan yang baik.
Para ilmuwan menemukan keju Prancis, yang terkenal karena bentuknya yang dipenuhi serat hijau dan seperti berjamur, memiliki kandungan anti peradangan.
Temuan ini bisa menyediakan petunjuk terhadap “paradoks Prancis” dan menjelaskan mengapa orang yang hidup di negara itu menikmati kesehatan yang baik meski senang menyantap makanan mengandung lemak jenuh yang tinggi.
Menggunakan teknologi baru, para peneliti menemukan kandungan yang bekerja maksimal dalam keju yang terbilang paling tua dan matang di dunia.
Kandungan blue cheese yang proses pematangannya dilakukan di dalam gua-gua di daerah selatan Prancis, dekat Toulouse, ditemukan bekerja dengan sangat baik dalam lingkungan asam di dalam tubuh, seperti lapisan dalam perut atau permukaan kulit.
Pengasaman juga proses yang biasa mengikuti peradangan seperti dalam persendian yang dipengaruhi oleh rematik atau plak khusu di dinding arteri.
Perempuan Prancis menikmati kesempatan hidup yang paling lama di Eropa, dengan angka rata-rata 85,3 tahun dibanding angka 82,3 tahun untuk perempuan Inggris.
Kelompok dokter-dokter di perusahaan bioteknologi yang berada di Cambridge mengembangkan teknologi yang membantu mengidentifikasi faktor-faktor anti peradangan.
Tim dari Lycotec, dipimpin oleh Dr Ivan Petyaev dan Dr Yuriy Bashmakov, menunjukan unsure baru yang bisa diekstrak untuk membantu melawan penyakit jantung atau dalam krim-krim anti penuaan.
Mereka mendetailkan pekerjaan mereka dalam sebuah penelitian, yang dipublikasikan di jurnal Medical Hypotheses, berjudul: “Could cheese be the missing piece in the French paradox puzzle?”
“Faktor-faktor anti peradangan ditemukan di keju-keju ini bisa diekstraksi dan digunakan secara independen atau sebagai bagian farmasi atau produk kecantikan saat ini,” tulis peneliti di dalam jurnal itu.
“Obserbasi mengindikasikan bahwa konsumsi red wine saja tidak bisa menjelaskan paradoks dan mungkin konstituen lainnya dalam tipikal cara makan orang Prancis yang bertanggungjawab untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Kami berhipotesa bahwa konsumsi keju, terutama jenis yang berjamur, kemungkinan berkontribusi pada apa yang dinamakan paradoks Prancis.”
Roquefort yang diperkirakan pertama kali disantap pada sekitar tahun 79 Masehi, terkenal dengan rasanya yang tajam, asin, dan gurih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




