Jalan Layang Non-Tol Antasari-Blok M Segera Beroperasi
Kamis, 10 Januari 2013 | 21:05 WIB
Jalan layan non tol Antasari - Blok M diharapkan bisa mengurangi kemacetan di Jakarta Selatan.
Rasio jalan di Jakarta yang baru mencapai sekitar 6-7% masih membuat Ibukota ini belum bisa terbebas dari macet yang setiap hari tidak pernah absen. Pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari-Blok M, Jakarta Selatan sejak tahun 2010 lalu menjadi salah satu penambahan rasio jalan di Jakarta yang kecil tersebut.
Saat ini, pembangunan ruas jalan sepanjang 4,8 km tersebut sudah rampung hingga 99% dan siap diujicobakan.
Tanggal 15 Januari mendatang, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta rencananya akan mulai mengujicoba JLNT tersebut. Menurut Kepala Dinas PU DKI Jakarta Ery Basworo, saat ini kesiapan struktur sudah lengkap dan tinggal menunggu pemasangan lampu lalu lintas dari Dinas Perhubungan.
"Blok M arah Cipete, boleh Jumat (11/1) nanti bisa digunakan, tetapi nanti Dishub akan mengatur traffic-nya lebih matang. Maka kita pasang tanggal 15, tapi sebenarnya sudah siap," ujar Ery saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau langsung ke JLNT tersebut, Kamis (10/1).
Dijelaskan Ery, jalur JLNT dari arah Selatan atau Blok M arah Cipete sudah bisa digunakan. Sementara untuk jalur Utara, yaitu Cipete arah Blok M kemungkinan baru bisa digunakan sekitar bulan Maret mendatang, karena masih menunggu untuk penyelesaian pintu masuk.
Mempersiapkan masa uji coba JLNT tersebut, Kamis (10/1), Gubernur Jokowi didampingi Kepala Dinas PU DKI Jakarta Ery Basworo dan Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi meninjau dan mengujicoba langsung kesiapan dari konstruksi jalan layang yang dikerjakan dalam lima paket pembangunan ini.
Menurut Jokowi, masalah pembebasan lahan yang sempat menjadi kendala dalam pembangunan JLNT ini sudah bisa terselesaikan. Dengan demikian pembangunan ramp on di depan Pasar Inpres pun bisa segera dikerjakan.
Selain itu, beberapa kesiapan lainnya seperti lampu dan kelengkapan rambu lalu lintas serta penghijauan di tepi-tepi jalan akan segera dilakukan.
Jokowi menjelaskan, rasio jalan di Jakarta yang masih belum ideal karena belum mencapai 16% menjadi alasan mengapa tambahan-tambahan jalan harus diteruskan pembangunannya. Akan tetapi, hal tersebut pun dikatakannya harus dilengkapi dengan kesiapan dari transportasi massal-nya.
"Dengan begitu, pembangunan jalan dan ketersediaan transportasi massal itu bisa berjalan beriringan. Ditambah lagi nanti kebijakan genap ganjil, ERP, dan pajak parkir tinggi di CBD. Baru nanti akan kelihatan hasilnya. Semuanya harus dikejar," ujar Jokowi disela-sela tinjauan.
Dikatakannya, apabila yang berjalan hanya tranportasi massal saja, maka tidak akan mungkin berpengaruh banyak terhadap kemacetan di Jakarta. Bahkan menurut Jokowi, semua jurus harus dikeluarkan supaya hasil kebijakan paralel dengan transportasi umum dan penambahan ruas jalan bisa terlihat.
Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M dikerjakan dalam lima paket, mulai dari Pasar Cipete sepanjang 1.170 meter, Cipete Utara sepanjang 805 meter, Taman Brawijaya 800 meter, Prapanca 628 meter, dan lapangan Mabak sepanjang 1.391 meter. Total tiang atau kolom sepanjang JLNT ada 108 pier, dengan total panjang 5.110 meter.
Dengan dibangun dan difungsikannya JLNT Antasari-Blok M ini, diharapkan simpul-simpul di kawasan Jalan Antasari dan Jalan Prapanca menuju Blok M dapat teratasi. Pasalnya, setelah dibuka nanti maka arus kendaraan dipecah melalui JLNT dan jalan eksisting di bawahnya.
Rasio jalan di Jakarta yang baru mencapai sekitar 6-7% masih membuat Ibukota ini belum bisa terbebas dari macet yang setiap hari tidak pernah absen. Pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari-Blok M, Jakarta Selatan sejak tahun 2010 lalu menjadi salah satu penambahan rasio jalan di Jakarta yang kecil tersebut.
Saat ini, pembangunan ruas jalan sepanjang 4,8 km tersebut sudah rampung hingga 99% dan siap diujicobakan.
Tanggal 15 Januari mendatang, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta rencananya akan mulai mengujicoba JLNT tersebut. Menurut Kepala Dinas PU DKI Jakarta Ery Basworo, saat ini kesiapan struktur sudah lengkap dan tinggal menunggu pemasangan lampu lalu lintas dari Dinas Perhubungan.
"Blok M arah Cipete, boleh Jumat (11/1) nanti bisa digunakan, tetapi nanti Dishub akan mengatur traffic-nya lebih matang. Maka kita pasang tanggal 15, tapi sebenarnya sudah siap," ujar Ery saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau langsung ke JLNT tersebut, Kamis (10/1).
Dijelaskan Ery, jalur JLNT dari arah Selatan atau Blok M arah Cipete sudah bisa digunakan. Sementara untuk jalur Utara, yaitu Cipete arah Blok M kemungkinan baru bisa digunakan sekitar bulan Maret mendatang, karena masih menunggu untuk penyelesaian pintu masuk.
Mempersiapkan masa uji coba JLNT tersebut, Kamis (10/1), Gubernur Jokowi didampingi Kepala Dinas PU DKI Jakarta Ery Basworo dan Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi meninjau dan mengujicoba langsung kesiapan dari konstruksi jalan layang yang dikerjakan dalam lima paket pembangunan ini.
Menurut Jokowi, masalah pembebasan lahan yang sempat menjadi kendala dalam pembangunan JLNT ini sudah bisa terselesaikan. Dengan demikian pembangunan ramp on di depan Pasar Inpres pun bisa segera dikerjakan.
Selain itu, beberapa kesiapan lainnya seperti lampu dan kelengkapan rambu lalu lintas serta penghijauan di tepi-tepi jalan akan segera dilakukan.
Jokowi menjelaskan, rasio jalan di Jakarta yang masih belum ideal karena belum mencapai 16% menjadi alasan mengapa tambahan-tambahan jalan harus diteruskan pembangunannya. Akan tetapi, hal tersebut pun dikatakannya harus dilengkapi dengan kesiapan dari transportasi massal-nya.
"Dengan begitu, pembangunan jalan dan ketersediaan transportasi massal itu bisa berjalan beriringan. Ditambah lagi nanti kebijakan genap ganjil, ERP, dan pajak parkir tinggi di CBD. Baru nanti akan kelihatan hasilnya. Semuanya harus dikejar," ujar Jokowi disela-sela tinjauan.
Dikatakannya, apabila yang berjalan hanya tranportasi massal saja, maka tidak akan mungkin berpengaruh banyak terhadap kemacetan di Jakarta. Bahkan menurut Jokowi, semua jurus harus dikeluarkan supaya hasil kebijakan paralel dengan transportasi umum dan penambahan ruas jalan bisa terlihat.
Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M dikerjakan dalam lima paket, mulai dari Pasar Cipete sepanjang 1.170 meter, Cipete Utara sepanjang 805 meter, Taman Brawijaya 800 meter, Prapanca 628 meter, dan lapangan Mabak sepanjang 1.391 meter. Total tiang atau kolom sepanjang JLNT ada 108 pier, dengan total panjang 5.110 meter.
Dengan dibangun dan difungsikannya JLNT Antasari-Blok M ini, diharapkan simpul-simpul di kawasan Jalan Antasari dan Jalan Prapanca menuju Blok M dapat teratasi. Pasalnya, setelah dibuka nanti maka arus kendaraan dipecah melalui JLNT dan jalan eksisting di bawahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




