Blanco Tak Mau Terlibat Konflik PSSI
Selasa, 19 Februari 2013 | 18:23 WIB
Jakarta - Pelatih asing asal Argentina Luis Manuel Blanco pada Selasa (19/2), mengaku tidak mau dikait-kaitkan dengan kondisi politik di tubuh organisasi PSSI.
"Saya tidak mau sepak bola dan saya secara pribadi dikait-kaitkan dengan politik," kata Blanco di Kantor Badan Tim Nasional (BTN) Istora Senayan di Jakarta.
Blanco yang ditunjuk oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin untuk menangani tim nasional sejak 7 Februari tersebut akan menangani beberapa pemain yang dipanggil BTN.
Menariknya, BTN sendiri statusnya masih belum jelas walaupun sudah ada Surat Keputusan PSSI bernomor SKEP/08/JAH/I-2013 terkait dengan penunjukan Bupati Kutai Timur Isran Noor selaku ketuanya.
Sementara itu, Koordinator Timnas Bob Hippy pada hari Kamis (14/2) meminta pemain mengabaikan panggilan Badan Tim Nasional (BTN) karena PSSI hingga kini tidak mengakui keberadaan badan yang diklaim telah disahkan oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin itu.
"Pemanggilan pemain hanya dilakukan oleh PSSI. Yang jelas kami tidak mengenal BTN. Abaikan saja," kata Bob Hippy di Jakarta, Kamis (14/2).
Keadaan tersebut, menurut Blanco akan berpengaruh terhadap kondisi para pemain yang diproyeksikan untuk Timnas.
"Problem yang ada sekarang memengaruhi para pemain-pemain Indonesia, tanpa kedisiplinan dan pengorganisasian yang baik permainan tidak akan maksimal," kata dia.
Selain itu, Blanco juga mengaku sudah mengantongi 34 nama pemain yang akan dipanggil untuk timnya.
"Sudah ada daftar pemain yang saya buat, kemudian ada pemanggilan ulang beberapa pemain lain," ujar dia.
Sebelumnya, pada hari Kamis (14/2), Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Bernhard Limbong mengaku bahwa pihaknya akan memanggil Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin terkait dengan keberadaan BTN yang diklaim disetujui pria yang dipilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Solo itu.
"Kami dan kawan-kawan di Komdis tengah mengumpulkan data untuk menyelesaikan masalah ini. Saya takutnya ada penggunaan nama PSSI oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan situasi yang ada," katanya.
Munculnya BTN menambah panjang polemik yang ada di tubuh federasi sepak bola Indonesia. Dengan kondisi ini, peluang Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA makin besar. Apalagi penyelesaikan dua federasi dan dua kompetisi juga belum tuntas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




