ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Atasi Karhutla, BPBD Riau Semai 500 Kilogram Garam untuk Modifikasi Cuaca

Kamis, 12 Oktober 2023 | 17:08 WIB
ER
IC
Penulis: Effendi Rusli | Editor: CAH
Pesawat teknologi modifikasi cuaca di Bandara Lanud Roesmin Nurjadi, Pekanbaru, Riau.
Pesawat teknologi modifikasi cuaca di Bandara Lanud Roesmin Nurjadi, Pekanbaru, Riau. (Istimewa)

Pekanbaru, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau melakukan modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk memadamkan api dan mendinginkan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Operasi ini dilaksanakan pada tiga kabupaten dengan menyemai 500 kilogram garam (NaCl) di udara menggunakan pesawat teknologi modifikasi cuaca (TMC) pilatus porter.

Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan, saat ini memasuki hari keenam dengan fokus lokasi di Kabupaten Kampar, Pelalawan dan Kuantan Singingi (Kuansing). "500 kilogram garam disemai di area Kabupaten Pelalawan, Kampar dan Kuantan Singingi pada ketinggian 8.000-10.000 feet," kata Edy di Pekanbaru, Kamis (12/10/2023).

ADVERTISEMENT

Dijelaskannya, khusus di Indragiri Hulu, titik api terpantau di Desa Paya Rumbai. Saat ini BPBD Riau, personel Manggala Agni, TNI, polri dan masyarakat peduli api (MPA) sedang melakukan pemadaman.

"Kalau di Paya Rumbai masih ada sedikit titik api dan di daerah lain tinggal pendinginan saja di lahan gambut dengan kedalaman 3 sampai 5 meter," jelas Edy.

Untuk luas lahan yang terbakar, BPBD Riau belum dapat memastikan karena masih menunggu tim lapangan melakukan pendataan dan pendinginan.

Khusus Kota Pekanbaru tidak ditemukan titik api dan kualitas udara sudah mulai membaik dan tidak berbahaya. Sementara sesuai data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 47 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau yang tersebar di 6 kabupaten. Hotspot terbanyak di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 37 titik.

"Bengkalis 2 titik, Kuansing 2, Siak 1, Pelalawan 2, Inhil 3 dan Inhu 37 titik. Kalau dilihat dari patroli udara itu tinggal asap-asapnya saja. Gambut ini kan tidak bisa langsung padam total, karena gambutnya dalam jadi butuh proses melakukan operasi sehingga menjadi padam total," jelasnya.

BPBD Riau juga telah mengerahkan heli waterbombing ke lokasi untuk melakukan pemadaman. "Anggota BPBD Provinsi Riau sudah berangkat ke sana untuk melakukan pemadaman. Demikian juga heli waterbombing sudah kita kirimkan beberapa hari ini disana," terangnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon