ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Karhutla di Sumsel Belum Reda, Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang

Sabtu, 4 November 2023 | 10:55 WIB
A
IC
Penulis: Antara | Editor: CAH
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menjadi inspektur upacara Apel Pengerahan Penambahan Pasukan dan Kesiapan Peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menjadi inspektur upacara Apel Pengerahan Penambahan Pasukan dan Kesiapan Peralatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Operasi penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) diperpanjang selama sepekan ke depan atau hingga 10 November 2023 guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut.

Keputusan ini didasarkan pada persetujuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah menerima permintaan dari Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumsel.

"Upaya menggunakan TMC telah dilakukan sejak akhir September lalu. Seharusnya TMC ini berakhir pada hari ini  4 November 2023. Namun, saya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memperpanjang upaya TMC di Sumsel," ujar Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni, Jumat (3/11/2023) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Dalam operasi ini, BNPB menggunakan pesawat Cessna Caravan C208 untuk menyebarkan garam dapur ke awan yang berpotensi menyebabkan hujan. Harapannya, hujan buatan ini dapat membantu memadamkan api yang masih menyala di beberapa lokasi di Sumsel

Kepala BNPB Sumsel Iqbal Alisyahbana juga menyambut baik perpanjangan upaya tersebut. Menurutnya, potensi awan penghujan pada awal November ini masih cukup besar.

"TMC dilakukan satu sampai tiga kali sorti (penyemaian) dengan melihat potensi awan perhari. Untuk satu kali sorti ditebar 1.000 kg atau 1 ton garam," kata Iqbal.

Fenomena El Nino yang berlangsung lama dan menyebabkan kekeringan yang cukup parah menjadi latar belakang dari perpanjangan operasi TMC ini. Lebih dari 2.500 personel Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam upaya pemadaman karhutla.

KLHK juga mencatat bahwa kekeringan adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan luas sebaran karhutla di Sumsel menjadi yang terbesar dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Sumatra. Menurut data yang dikumpulkan oleh tim lapangan KLHK dari Januari hingga September 2023, total luas hutan dan lahan yang terbakar di Sumatera Selatan mencapai 32.496 hektare.

Areal terbakar di Sumsel meliputi kawasan hutan, lahan mineral, dan gambut yang tersebar di hampir 17 kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Titik api terbanyak terjadi di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Muara Enim.

"Mudah-mudahan, hotspot karhutla dapat segera dipadamkan sehingga masyarakat dapat terbebas dari dampak asap yang dihasilkan," tambahnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

JAWA TIMUR
20 Hektare Lahan di Aceh Jaya Terbakar, BPBK Imbau Warga Stop Membakar

20 Hektare Lahan di Aceh Jaya Terbakar, BPBK Imbau Warga Stop Membakar

NUSANTARA
Pimpin Sispamkota di OKI, Kapolda Sumsel Targetkan Zero Karhutla 2026

Pimpin Sispamkota di OKI, Kapolda Sumsel Targetkan Zero Karhutla 2026

SUMATERA SELATAN
Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

NASIONAL
Kebakaran Hutan di Bengkalis Meluas, 112 Hektare Lahan Terbakar

Kebakaran Hutan di Bengkalis Meluas, 112 Hektare Lahan Terbakar

NUSANTARA
BMKG Catat 310 Titik Panas di Riau, Api Muncul di Beberapa Wilayah

BMKG Catat 310 Titik Panas di Riau, Api Muncul di Beberapa Wilayah

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon