ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

5 Hari Banjir Demak Belum Surut, Pantura Masih Lumpuh Total

Senin, 12 Februari 2024 | 07:14 WIB
J
R
Penulis: Jamaah | Editor: RZL
Banjir yang melanda Demak, Jawa Tengah, telah berlangsung selama lima hari tanpa menunjukkan tanda-tanda surut.
Banjir yang melanda Demak, Jawa Tengah, telah berlangsung selama lima hari tanpa menunjukkan tanda-tanda surut. (Beritasatu.com/Jamaah)

Demak, Beritasatu.com - Banjir yang melanda Demak, Jawa Tengah, telah berlangsung selama lima hari tanpa menunjukkan tanda-tanda surut, Senin (12/2/2024). Banjir ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Wulan yang merendam 38 desa di 7 kecamatan, menyebabkan lumpuhnya jalan nasional dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Jumlah pengungsi terus bertambah, melampaui 21 ribu jiwa yang mengungsi di 60 lokasi dari Demak hingga Kudus.

Dalam kondisi banjir di Kecamatan Karanganyar, Demak, pada hari kelima, jalur pantura Demak-Kudus masih lumpuh total dengan ketinggian air banjir melebihi 1 meter. Peningkatan debit air Sungai Wulan memperparah banjir yang mengalir dari jebolnya tanggul, terus meningkatkan debit air di pemukiman.

ADVERTISEMENT

Menurut data terbaru dari BPBD Demak per 11 Februari 2024 pukul 18.00 WIB, jumlah korban yang terdampak banjir mencapai 75.667 penduduk, dengan 21.197 di antaranya mengungsi di 60 titik pengungsian dari Demak hingga meluas ke beberapa tempat pengungsian di Kabupaten Kudus. Lokasi jebolnya tanggul yang berada di batas kota mempercepat proses evakuasi ke wilayah Kudus.

Suhadi, warga Desa Karanganyar, menyampaikan pada hari kelima banjir masih melanda permukimannya. Meskipun dua hari sebelumnya sempat surut, kini air kembali naik akibat peningkatan debit air Sungai Wulan.

"Saat hari pertama banjir sampai genting atap, sekarang sudah menurun jadi satu meteran," kata Suhadi kepada Beritasatu.com pada Senin (12/2/2024).

Beruntung, seluruh anggota keluarganya selamat dan berhasil dievakuasi setelah menunggu beberapa jam di atap genting.

Penanganan banjir terus diupayakan oleh berbagai pihak, termasuk penggunaan pompa air dan penambalan tanggul darurat di titik jebol yang dikerjakan siang dan malam. Meski demikian, tingginya debit Sungai Wulan dan lebarnya tanggul menjadi hambatan dalam proses perbaikan tanggul darurat yang memakan waktu cukup lama.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

Demak Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tuntang Lama

JAWA TENGAH
Pilih Tidur di Kursi Kayu, Mulyono Bertahan dari Genangan Banjir Demak

Pilih Tidur di Kursi Kayu, Mulyono Bertahan dari Genangan Banjir Demak

JAWA TENGAH
Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

JAWA TENGAH
Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

Banjir Demak, Warga Terserang Penyakit dan Minim Bantuan

JAWA TENGAH
Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

Belum Surut, Banjir Dampak Tanggul Jebol Masih Rendam Desa Dukun Demak

JAWA TENGAH
Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

Banjir di Demak, Siswa SDN 1 Ploso Belajar di Musala

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon