ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ratusan Pesilat Geruduk Mapolres Sidrap Tuntut Kejelasan Kasus Pembunuhan Guru Honorer

Senin, 26 Februari 2024 | 20:05 WIB
I
MF
Penulis: Irfandi | Editor: DIN
Ratusan pesilat menggeruduk Mapolres Sidrap, Sulawesi Selatan, menuntut kejelasan terhadap kasus pembunuhan seorang guru honorer yang merupakan rekannya sesama pesilat, Senin, 26 Februari 2024.
Ratusan pesilat menggeruduk Mapolres Sidrap, Sulawesi Selatan, menuntut kejelasan terhadap kasus pembunuhan seorang guru honorer yang merupakan rekannya sesama pesilat, Senin, 26 Februari 2024. (Beritasatu.com/Irfandi)

Sidrap, Beritasatu.com - Ratusan pesilat menggeruduk Mapolres Sidrap, Sulawesi Selatan, menuntut kejelasan terhadap kasus pembunuhan seorang guru honorer yang merupakan rekannya sesama pesilat.

Dengan melakukan long march, ratusan pesilat dari Aliansi Pencak Silat Seluruh Indonesia menuntut kejelasan kasus ini.

Korban bernama Acok Permana Putra, dibunuh oleh tersangka Idris dengan sebilah parang pada (29/1/2024) lalu. Korban sempat menghindari pelaku dengan bersembunyi di dalam kamarnya.

ADVERTISEMENT

Namun, tersangka mendobrak pintu kamar dan menghabisi nyawa korban. Pihak keluarga menduga, ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, lantaran dua orang yang mengantar tersangka ke polisi bukan warga di sekitar rumah korban.

Ratusan pesilat ini menuntut agar polisi melakukan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan pihak lain dengan membawa beberapa bukti ke penyidik.

Korlap aksi, Syahrir mengatakan, unjuk rasa ini dilakukan karena ia menilai Polres Sidrap lambat dalam penangani kasus pembunuhan rekannya itu.

"Sangat lambat penanganannya sehingga kami mengambil inisiatif dengan langkah bagaimana kita turunkan dan menyerahkan aspirasi dengan menyerahkan sebagian barang bukti," kata Syahrir di Mapolres Sidrap, Senin (26/2/2024).

Wakapolres Sidrap, Kompol Ahmad Rosma mengatakan, ratusan pesilat ini menanyakan soal perkembangan penyidikan kasus tersebut.

"Alhamdulillah kita sudah jelaskan, kemudian keluarga korban juga sudah memahami. Cuma oleh keluarga korban ada informasi tambahan, informasi ini bersifat teknis. Tentu kami akan mendalami dan melakukan upaya penyelidikan apakah isu itu betul atau tidak," ujarnya.

Para pesilat ini mengancam akan kembali melakukan aksi dalam jumlah yang lebih banyak apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon