ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Puluhan Orang Masih Hilang setelah Banjir Bandang di Padang Panjang

Jumat, 5 Desember 2025 | 20:15 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Doa bersama di Jembatan Kembar di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat 5 Desember 2025.
Doa bersama di Jembatan Kembar di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat 5 Desember 2025. (Antara/Isril Naidi)

Padang Panjang, Beritasatu.com - Gerbang batas kota dan Jembatan Kembar di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, menjadi saksi dahsyatnya banjir bandang yang melanda wilayah itu pada Kamis (27/12/2025). Bencana tersebut menghanyutkan permukiman, warung, hingga musala tempat warga sempat berlindung.

Puluhan warga ditemukan meninggal setelah tertimbun material lumpur, sementara sebagian lainnya hanyut hingga ke kawasan Batang Anai. Hingga kini masih ada korban yang belum ditemukan dan dua jenazah belum berhasil diidentifikasi. Ratusan orang terpaksa mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Tragedi yang mengguncang masyarakat itu turut menjadi perhatian luas, termasuk dari mancanegara, bersamaan dengan banjir bandang serupa yang melanda Aceh dan Sumatera Utara pada waktu hampir bersamaan.

ADVERTISEMENT

Satu minggu setelah kejadian, Pemerintah Kota Padang Panjang menggelar doa bersama pada Jumat (5/12/2025) di lokasi Jembatan Kembar, yang telah dibersihkan dari sisa-sisa longsor.

Seluruh unsur pemerintah hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari ASN, non-ASN, kepala OPD, camat, lurah, hingga perangkat RT dan masyarakat. Mereka mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol duka.

Suasana haru menyelimuti acara ketika Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Padang Panjang, Buya Alizar Chan, memimpin doa bagi para korban.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyampaikan harapannya agar para korban mendapatkan ketenangan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

“Hari ini setelah doa bersama, sebanyak 129 pengungsi akan dipulangkan ke rumah masing-masing. Sementara pengungsi yang kehilangan rumah akan direlokasi ke rusunawa dan tempat lain yang telah disiapkan pemerintah,” jelas Hendri dikutip dari Antara.

Hingga Jumat sore, jumlah korban yang tercatat akibat banjir bandang di kawasan Jembatan Kembar mencapai 40 orang. Dua di antaranya masih berada di RS Bhayangkara Padang dan belum teridentifikasi, sementara pencarian puluhan korban hilang lainnya terus berlanjut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon