ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Operasi Madago Raya: 8 Senpi dan 313 Amunisi Teroris Poso Disita

Jumat, 2 Januari 2026 | 12:05 WIB
RN
SL
Penulis: Rahmad Nur | Editor: LES
Polda Sulteng merilis hasil Operasi Madago Raya 2025. Delapan senpi rakitan dan 313 amunisi disita guna mempersempit ruang gerak jaringan terorisme di Poso.
Polda Sulteng merilis hasil Operasi Madago Raya 2025. Delapan senpi rakitan dan 313 amunisi disita guna mempersempit ruang gerak jaringan terorisme di Poso. (Beritasatu.com/Rahmad Nur)

Poso, Beritasatu.com –  Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berbahaya sepanjang pelaksanaan Operasi Madago Raya tahun 2025. Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Poso dan sekitarnya, petugas menyita delapan pucuk senjata api rakitan serta ratusan butir amunisi.

Selain senjata api rakitan, aparat kepolisian juga mengamankan 313 butir amunisi dari berbagai kaliber. Barang bukti lain yang turut disita meliputi, 6 buah magazen, 1 popor senjata, 2 laras senjata api rakitan, dan 1 pucuk airsoft gun.

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Endi Sutendi, menegaskan bahwa temuan ini merupakan bukti nyata bahwa potensi ancaman terorisme masih memerlukan perhatian serius dan penanganan yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

Menurut Irjen Pol Endi, keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya tetap krusial untuk mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Upaya ini tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat agar warga dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujar Endi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/1/2026).

Sepanjang tahun 2025, Operasi Madago Raya dilaksanakan dalam empat tahap. Fokus utama operasi ini adalah menjaga stabilitas keamanan pascapenindakan jaringan terorisme serta melakukan penegakan hukum secara strategis.

Stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah sepanjang tahun 2025 dinilai relatif terjaga. Hal ini tidak lepas dari sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Kapolda pun mengajak seluruh elemen untuk tetap waspada dan tidak lengah.

“Keamanan dan ketertiban tidak bisa dijaga oleh kepolisian semata. Kami membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” tegas Endi.

Operasi Madago Raya sendiri akan terus dievaluasi dan dijalankan secara berkesinambungan sebagai langkah preventif untuk memastikan wilayah Sulawesi Tengah tetap kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon