225 Destinasi Wisata dan 162 Cagar Budaya di Aceh Rusak Akibat Bencana
Rabu, 14 Januari 2026 | 08:14 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com – Sebanyak 225 destinasi wisata di Provinsi Aceh rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Bumi Serambi Makkah pada akhir November 2025. Selain itu, 162 cagar budaya di Aceh juga rusak.
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh Murthalamuddin mengatakan dari total 225 destinasi wisata terdampak bencana tersebut, 198 di antaranya mengalami rusak berat, sementara 18 rusak sedang, dan sembilan rusak ringan.
“Kerusakan paling banyak masuk kategori rusak berat dan tersebar di sejumlah daerah yang terdampak langsung banjir dan longsor,” kata Murthalamuddin, Selasa (13/1/2026).
Dia memerinci sebanyak destinasi wisata yang rusak ringan masing-masing tersebar di Kabupaten Aceh Utara dua lokasi, satu di Kota Langsa, Aceh Tengah (tiga lokasi), Subulussalam (satu lokasi), dan Bireuen (dua lokasi).
Sementara itu, 18 destinasi wisata rusak sedang terdapat di Aceh Utara (tiga lokasi), Lhokseumawe (empat lokasi), Aceh Tengah (tujuh lokasi), Subulussalam (satu lokasi), Nagan Raya (satu lokasi), Bener Meriah (satu lokasi), dan Bireuen (satu lokasi).
Adapun 198 destinasi wisata rusak berat paling banyak berada di Kabupaten Gayo Lues sebanyak 65 lokasi, disusul Aceh Tamiang (42 lokasi), Bireuen (20 lokasi), Bener Meriah (19 lokasi), Pidie Jaya (13 lokasi).
Kemudian, Aceh Singkil (10 lokasi), Aceh Utara (delapan lokasi), Aceh Tengah (delapan lokasi), Aceh Timur (enam lokasi), Aceh Tenggara (empat lokasi), serta masing-masing satu lokasi di Langsa, Subulussalam, dan Aceh Barat.
Tak hanya sektor pariwisata, bencana hidrometeorologi juga berdampak pada 162 cagar budaya di Aceh. Murthalamuddin menyebutkan, dari jumlah itu 56 mengalami rusak ringan, 90 rusak sedang, dan 16 rusak berat.
"Cagar budaya tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota yang terdampak bencana," ungkap Murthalamuddin.
Meski demikian, Murthalamuddin optimistis Aceh dapat segera bangkit pascabencana. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait tengah menyusun langkah-langkah pemulihan.
“Kami optimistis sektor pariwisata dan pelestarian cagar budaya Aceh bisa pulih. Penanganan darurat terus berjalan, dan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan yang berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




