Menu MBG Hanya Berisi Ubi dan Pisang, SPPG di Bekasi Beri Klarifikasi
Selasa, 20 Januari 2026 | 10:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bekasi, Kecamatan Mustika Jaya, Mustikasari 4, Ageng Wicaksono, memberikan klarifikasi terkait video menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial. Video tersebut menuai kritik karena menu dianggap jauh dari standar gizi seimbang dan dinarasikan sebagai jatah untuk dua hari.
Ageng menegaskan bahwa informasi yang beredar dan ramai di media sosial itu tidak sesuai fakta di lapangan. Menurutnya, kesalahpahaman terjadi pada Kamis (15/1/2026), ketika dua jenis menu dikirimkan sekaligus ke MI Nurul Anwar, yakni menu basah dan menu kering.
"Ada kesalahpahaman terkait menu saat itu, karena memang saat itu hari Jumat tidak ada distribusi, jadi paket hari Sabtu maju menjadi Kamis. Sedangkan di hari Kamis masih memberikan menu basah terdiri dari spageti saus daging bolognese, tahu crispy, sawi hijau, wortel, jeruk," ujar Ageng dalam keterangan kepada Beritasatu.com, Senin (19/1/2026).
Menu kering yang seharusnya untuk satu hari konsumsi justru diviralkan oleh wali murid sebagai jatah dua hari. Atas kejadian ini, SPPG telah melakukan mediasi dengan petugas penanggung jawab di lapangan dan memastikan situasi kini kondusif.
"Saat ini kondisi sudah kondusif dan aman. Semua pihak sudah menyepakati untuk berdamai agar masalah ini tidak menjadi berlarut-larut," kata Ageng.
Nantinya, evaluasi program akan difokuskan pada penguatan sosialisasi kepada orang tua murid agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa. Sejumlah perbaikan terkait keberlanjutan Program MBG juga telah disusun.
Sementara itu, Penanggung Jawab MBG di MI Nurul Anwar, Azizah, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Ia menjelaskan unggahan video oleh wali murid menjadi pemicu kesalahpahaman.
"Sebelumnya kami memohon maaf kepada pihak SPPG Mustikasari bahwa tindakan dari kejadian ini dari wali murid kami yang mem-posting video bernarasi menu keringan itu dua hari, padahal kenyataannya itu (buat) satu hari. Itu pun saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak tersebut," kata Azizah.
Wali murid yang mengunggah video juga telah melakukan klarifikasi ulang di media sosial. Pihak SPPG memberikan tambahan menu pengganti dan memesan kembali menu sebagai bentuk tanggung jawab.
"Mereka juga sudah mengklarifikasi dan mem-posting kembali apa yang mereka dapatkan. Tadi juga hari ini sudah mendapatkan tambahan menu pengganti hari Sabtu dan sudah dibuat pesanan baru lagi," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




