ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

1.329 Jiwa Terdampak Krisis Air Bersih di Parigi Moutong

Kamis, 5 Februari 2026 | 10:48 WIB
P
IC
Penulis: Priyatno | Editor: CAH
 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mengerahkan sejumlah armada tangki air untuk menyuplai kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis air bersih di Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Kamis 5 Februari 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mengerahkan sejumlah armada tangki air untuk menyuplai kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis air bersih di Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Kamis 5 Februari 2026. (Beritasatu.com/priyatno)

 Parigi Moutong, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mengerahkan sejumlah armada tangki air untuk menyuplai kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis air bersih di Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Kamis (5/2/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Rivai, mengatakan krisis air di Desa Jonokalora berdampak pada 421 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 1.329 jiwa. Rincian warga terdampak meliputi 771 penduduk laki-laki dan 558 penduduk perempuan. 

"Kemarau panjang yang terjadi sejak akhir tahun 2025 yang berlangsung hingga hari ini telah menyebabkan sumber air masyarakat, termasuk Sungai Jonokalora mengalami penyusutan debit air hingga mengering, sehingga berdampak pada ketersediaan air bersih," ujar Rivai

ADVERTISEMENT

Saat ini warga setempat hanya mengandalkan pasokan air dari desa tetangga seperti Desa Lebo, Baliara, dan Parigimpu.

Guna meringankan beban masyarakat, BPBD Parigi Moutong telah melakukan langkah darurat. Satu unit mobil tangki air dan satu unit trailer air bersih telah dikerahkan di lokasi untuk menyalurkan air bersih.

"Tim Pusdalops BPBD Provinsi juga tengah melakukan survei pemetaan di area terdampak untuk menentukan langkah penanganan jangka panjang," tambah Rivai.

Meski bantuan air mulai mengalir, kebutuhan di lapangan masih sangat tinggi. Rivai menyebutkan ada beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan warga saat ini, seperti Pengadaan tandon atau penampungan air sementara di titik-titik pemukiman.

Dia mengimbau warga untuk menggunakan air yang tersedia dengan baik mengingat kemarau panjang yang masih berlangsung.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan pasokan air yang ada mengingat kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

70 Sumur Air Bersih Dibangun dari Aceh hingga Merauke

70 Sumur Air Bersih Dibangun dari Aceh hingga Merauke

NUSANTARA
Siaga El Nino, Pemkot Palu Antisipasi Krisis Air Bersih

Siaga El Nino, Pemkot Palu Antisipasi Krisis Air Bersih

NUSANTARA
IES 2026: Retno Marsudi Tekankan Krisis Air Bisa Ganggu Ekonomi

IES 2026: Retno Marsudi Tekankan Krisis Air Bisa Ganggu Ekonomi

EKONOMI
Menkes: Pihak Swasta Ikut Bangun Sumur Air bagi Korban Banjir Sumatera

Menkes: Pihak Swasta Ikut Bangun Sumur Air bagi Korban Banjir Sumatera

NASIONAL
PAM JAYA Gandeng Swiss demi Target Pengelolaan Air Bersih Jakarta 2029

PAM JAYA Gandeng Swiss demi Target Pengelolaan Air Bersih Jakarta 2029

JAKARTA
Pertamina Dukung Kemandirian Desa di Sragen dengan Pembangunan Air Bersih dan Pelatihan Pengelolaan

Pertamina Dukung Kemandirian Desa di Sragen dengan Pembangunan Air Bersih dan Pelatihan Pengelolaan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon