ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menkes: Pihak Swasta Ikut Bangun Sumur Air bagi Korban Banjir Sumatera

Kamis, 8 Januari 2026 | 08:04 WIB
YT
RA
Penulis: Yohannes Tohap Hotman Tobing | Editor: RP
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan terkait penanganan pascabencana di kantor BNPB, Rabu 7 Januari 2026.
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan terkait penanganan pascabencana di kantor BNPB, Rabu 7 Januari 2026. (Beritasatu.com/Yohannes Tobing)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama saat ini adalah penanganan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan banyak pihak terlibat membangun sumur bor air bersih, termasuk pihak swasta. 

Budi mengatakan, pascabencana, masyarakat terdampak sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pemerintah, melalui TNI, Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah membangun sumur bor di beberapa lokasi, dengan dukungan dari pihak swasta.

"Nah contoh kurang air kan, ini kita pakai sumur bor mungkin sudah dekat 100. Mungkin bukan hanya dari TNI, Polri, BNPB saja, tetapi juga dari perusahaan-perusahaan swasta itu ikut membantu," ungkao Budi saat press release di BNPB, Rabu (7/1/2026).

ADVERTISEMENT

Budi menambahkan, selain itu pihak swasta juga membantu pemulihan fasilitas kesehatan, termasuk mobil ambulans yang terdampak bencana. Banyak ambulans yang harus turun mesin karena terendam banjir hingga ke atap.

"Ini rusak semua kan ambulansnya karena banjirnya sampai ke atap, tetapi kan enggak harus diganti Kalau diganti juga mahal, jadi Astra Daihatsu Mitsubishi semua kirim montir ke sana.  ada yang bisa dibenerin di sana," tambahnya. 

"Ada yang mesti ditarik ke Medan karena turun mesin. Turun mesin itu artinya dibuka mesinnya dibersihkan satu persatu, kemudian dirakit kembali, kemudian dimasukkan kembali," lanjut Budi. 

Menurutnya, penanganan untuk aspek kesehatan pascabencana saat ini relatif lebih cepat berkat koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, yang menekankan prioritas pada pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kenapa kita bisa relatif lebih cepat dibanding yang lain, karena kita bisa mengadvokasi meyakinkan pemerintah daerah bahwa rumah sakit harus duluan. Kemudian kita juga terima kasih karena banyak sekali relawan kesehatan yang ingin membantu dengan hati, uang mereka sendiri dan kita fasilitasi,” tandas Budi. 

Budi juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB, TNI, Polri, organisasi lain, termasuk para awak medua yang telah memberitakan kondisi terdampak dan mendukung percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon