Hujan Es Guyur Batui Selatan Sulteng, BMKG Keluarkan Peringatan
Sabtu, 7 Februari 2026 | 10:20 WIB
Banggai, Beritasatu.com - Fenomena hujan es terjadi di Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (6/2/2026). Peristiwa cuaca ekstrem ini mendadak viral di media sosial setelah warga membagikan video butiran es yang turun bersamaan dengan petir dan angin kencang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Luwuk memastikan hujan es tersebut dipicu pertumbuhan awan Cumulonimbus akibat suhu panas ekstrem sejak pagi hingga siang hari. Kondisi panas memicu pembentukan awan konvektif tebal yang menjulang tinggi, kemudian memasuki fase matang dan menurunkan hujan es di wilayah terdampak.
Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Taufik, menjelaskan fenomena ini termasuk cuaca ekstrem yang umum terjadi pada masa peralihan musim.
“Fenomena hujan es berasal dari awan Cumulonimbus atau awan CB. Biasanya muncul saat cuaca sangat panas, lalu terbentuk awan tinggi seperti kembang kol berwarna kelabu gelap. Itu yang perlu diwaspadai karena bisa memicu hujan es, petir, dan angin kencang,” kata Taufik, Jumat, (6/2/2026)
Berdasarkan pemantauan BMKG, awan mulai terbentuk sekitar pukul 13.30 Wita dengan dampak dalam radius lokal sekitar lima hingga sepuluh kilometer. Meski cakupannya terbatas, intensitas hujan es dan angin kencang cukup signifikan.
Sejumlah warga mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Irma Yanti mengatakan suara petir terdengar sangat dekat saat butiran es menghantam atap rumahnya.
“Bunyinya keras sekali,” ujarnya.
Warga lainnya, Sukma Akhnur, menyebut fenomena hujan es tidak terjadi merata. Di beberapa wilayah lain hanya turun hujan biasa tanpa butiran es.
BMKG menegaskan hujan es tidak perlu menimbulkan kepanikan, tetapi masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada masa transisi musim.
BMKG telah menerbitkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk Banggai, Buol, Donggala, Parigi Moutong, Morowali, Tojo Una-Una, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut, dengan status waspada hingga siaga.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat awan gelap tebal mulai terbentuk, menjauhi pohon besar atau bangunan yang rapuh, serta rutin memantau informasi resmi melalui media sosial dan aplikasi Info BMKG.
“Waspada perlu, tetapi tidak perlu panik,” ujar Taufik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




