IIYPF 2026 Perkuat Ekosistem Fotografi Generasi Muda
Senin, 9 Februari 2026 | 08:24 WIB
Bantul, Beritasatu.com — Ratusan fotografer muda dari berbagai daerah memadati halaman kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam rangka Indonesia International Youth Photo Festival (IIYPF) 2026, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem fotografi generasi muda di Indonesia.
Festival yang digelar oleh Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI) tersebut menghadirkan berbagai agenda, salah satunya lomba foto on the spot bertajuk Laga Fotografi Kawula Muda 2026. Kompetisi ini menjadi ruang bagi peserta mengekspresikan kreativitas melalui bidikan kamera secara langsung di lokasi acara.
Sejak pagi, area kampus telah dipenuhi peserta yang membawa beragam perlengkapan fotografi. Tercatat sekitar 600 peserta ambil bagian, terdiri dari perwakilan 30 universitas, 38 SMA/SMK, serta tiga SMP dari 26 kota di Indonesia.
Ketua Umum FPSI, Agatha Anne Bunanta, menegaskan festival ini merupakan komitmen organisasi dalam menyiapkan masa depan fotografi nasional melalui pembinaan generasi muda.
“FPSI telah melalui perjalanan panjang selama 52 tahun, dan kami meyakini bahwa keberlanjutan fotografi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Melalui Indonesia International Youth Photo Festival 2026, kami membuka ruang bagi fotografer muda untuk belajar, berkolaborasi, dan berjejaring secara internasional, agar mampu berkembang secara kreatif, etis, dan profesional,” ujar Agatha.
Ia menambahkan, lomba foto yang digelar bersama Himpunan Seni Amatir Yogyakarta (HISFA) dirancang untuk mengasah kreativitas sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi sehat di kalangan peserta.
“Lomba ini dirancang untuk mengasah kreativitas secara cepat dan tepat, menumbuhkan jiwa kompetisi yang sehat, serta menanamkan nilai utama dalam berkarya, yaitu menikmati proses pembelajaran,” imbuhnya.
Dalam penyelenggaraannya, FPSI juga bekerja sama dengan ISI Yogyakarta sebagai mitra akademik untuk membuka ruang edukasi, inovasi, dan pertukaran pengetahuan di bidang fotografi.
Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, menilai kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengembangkan keterampilan sekaligus karakter.
“ISI ingin memberi dampak pada generasi muda ini, di mana mereka membutuhkan pendidikan soft skill untuk menyiapkan karier ke depan. Bagi ISI Yogyakarta, fotografi bukan hanya tentang karya yang dihasilkan, tetapi juga proses belajar dan pembentukan karakter,” tegas Irwandi.
Selain kompetisi, festival juga menghadirkan berbagai program edukatif dan kolaboratif yang bertujuan memperluas wawasan teknis peserta sekaligus mendorong semangat eksplorasi kreatif di kalangan fotografer muda.
Salah satu peserta, mahasiswa ISI Yogyakarta Engros Wicaksono, mengaku kegiatan ini memberinya pengalaman berharga, terutama dalam membangun jejaring serta meningkatkan kemampuan profesional.
“Saya suka fotografi sejak kecil. Setelah pernah menang lomba foto nasional, minat saya makin besar. Ajang seperti ini penting untuk menambah ilmu dan pengalaman karena pesertanya datang dari berbagai daerah dan usia muda,” tuturnya.
IIYPF 2026 menjadi ajang fotografi berskala internasional pertama di Indonesia yang secara khusus menitikberatkan pada peran generasi muda dalam perkembangan fotografi nasional dan global.
Festival yang berlangsung selama 10 hari ini diharapkan mampu menjangkau ribuan fotografer muda. Selain lomba foto, panitia juga menggelar pameran internasional yang menampilkan 1.018 karya dari 380 fotografer muda asal 13 negara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




