Tekan Inflasi Ramadan, Gunungkidul Gelontorkan 10 Ton Sembako Murah
Selasa, 24 Februari 2026 | 23:54 WIB
Wonosari, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggencarkan operasi pasar selama bulan Ramadan. Hal itu dilakukan guna menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
Melalui Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Dinas Perdagangan, sebanyak 10 ton sembako murah didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional. Langkah ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam mengendalikan lonjakan harga yang kerap terjadi saat permintaan meningkat pada Ramadan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan operasi pasar merupakan kewajiban pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. “Momentum, seperti Ramadan dan Lebaran seringkali memicu kenaikan harga jika permintaan tinggi, tetapi pasokan terbatas,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Operasi pasar ini melibatkan sejumlah pihak, seperti RNI, Fortune, Perum Bulog, serta Bank Indonesia. Menurut bupati, harga sembako dalam program ini dipastikan lebih rendah dibanding harga eceran di pasaran untuk meringankan beban masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga menerima keluhan pedagang pasar terkait turunnya omzet akibat persaingan dengan penjualan daring serta perubahan pola belanja masyarakat. Hal ini menjadi perhatian serius dalam perumusan kebijakan untuk mendukung keberlangsungan UMKM dan pedagang tradisional.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menjelaskan komoditas yang disiapkan, terdiri dari 3.500 kilogram gula pasir dan 6.500 liter minyak goreng. Sementara itu, distribusi dilakukan melalui 40 pedagang di beberapa lokasi strategis, seperti Pasar Argosari, Pasar Semin, Pasar Ponjong, Pasar Wonosari, dan Pasar Semanu.
Harga gula pasir yang di pasaran mencapai Rp 17.500 per kilogram, dijual Rp 15.500 dalam operasi pasar ini. Sementara itu, minyak goreng dijual lebih murah Rp 2.000-Rp 2.500 dari harga normal.
Agar tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera, pemerintah membatasi pembelian maksimal dua kemasan atau dua liter per orang. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah aksi borong dan penjualan kembali dengan harga tinggi.
Selain sembako, pemerintah juga mencatat kenaikan harga cabai rawit yang terjadi secara merata di berbagai daerah. Operasi pasar telah dilakukan sejak Januari dan akan berlanjut hingga Maret dengan tambahan sekitar 10 ton komoditas guna memastikan harga tetap stabil hingga Lebaran.
Dengan distribusi sembako murah ini, Pemkab Gunungkidul berharap inflasi Ramadan dapat terkendali dan masyarakat tetap memiliki daya beli yang kuat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




