Pesan Ayah untuk Josepha Alexandra Seusai Viral di LCC MPR
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:32 WIB
Pontianak, Beritasatu.com - Orang tua Josepha Alexandra, Andre Kuncoro, menyampaikan pesan kepada putrinya setelah viral akibat aksi protes dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.
Andre berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Josepha Alexandra atau Ocha dalam membangun karakter kepemimpinan dan keberanian menyuarakan kebenaran.
Ia juga meminta putrinya tetap rendah hati meski mendapat perhatian luas dari masyarakat dan media sosial.
Andre menegaskan keberanian menyampaikan pendapat harus tetap dibarengi sikap rendah hati dan tidak merasa lebih unggul dari orang lain.
“Saya berharap anak saya ini tetap rendah hati. Namun harus berani menyuarakan keadilan dan kebenaran. Jangan merasa eksklusif,” kata Andre dalam pesan singkat WhatsApp, Rabu (13/5/2026) malam.
Menurut dia, pengalaman yang dialami Ocha dapat menjadi bekal penting untuk membentuk karakter pemimpin muda yang membawa manfaat bagi masyarakat. [tautan artikel terkait]
“Anak saya mesti membawa manfaat bagi banyak orang,” lanjutnya.
Protes Ocha Viral di Media Sosial
Nama Josepha Alexandra mendadak menjadi perhatian publik setelah video protesnya dalam final LCC Empat Pilar MPR RI viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Ocha mempertanyakan keputusan dewan juri terkait penilaian jawaban peserta dalam perlombaan.
Peristiwa itu terjadi saat sesi rebutan soal mengenai mekanisme pemilihan anggota BPK oleh DPR dengan pertimbangan DPD dan peresmian oleh Presiden.
Tim SMAN 1 Pontianak Sempat Protes
Jawaban yang diberikan tim SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah sehingga poin mereka dikurangi lima angka.
Namun, tim lain yang memberikan jawaban serupa justru memperoleh tambahan sepuluh poin dari dewan juri.
Keputusan tersebut diprotes oleh tim SMAN 1 Pontianak karena dianggap tidak konsisten.
Meski demikian, dewan juri tetap mempertahankan penilaian dengan alasan artikulasi jawaban dari peserta dinilai kurang jelas.
Di tengah situasi tersebut, pembawa acara juga menyebut keberatan peserta kemungkinan hanya persoalan perasaan semata.
Sorotan Publik terhadap Transparansi Penilaian
Viralnya video protes Ocha memicu diskusi publik mengenai transparansi dan konsistensi penilaian dalam kompetisi pendidikan.
Banyak warganet menilai keberanian Ocha menyampaikan keberatan mencerminkan sikap kritis generasi muda terhadap rasa keadilan.
Namun, sebagian pihak juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik di ruang publik.
Apakah polemik ini akan mengubah sistem penilaian lomba ke depan?
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




