KKB Berulah, Warga Sipil Ditembak di Intan Jaya
Selasa, 9 Februari 2021 | 16:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulah. Kali ini menembak seorang warga sipil, Ramli (32), di Kampung Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua. Korban penembakan merupakan warga sipil pendatang asal Makassar, Sulawesi Selatan yang sehari-hari berdagang di kampung Bilorai.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal membenarkan terjadinya insiden tersebut. Namun demikian hingga berita ini diturunkan korban diinformasikan selamat dan kondisinya semakin stabil.
"Direncanakan hari ini, Selasa (9/2/2021), korban akan dievakuasi menggunakan pesawat dari bandara Bilorai menuju rumah sakit di Timika guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," kata Ahmad dalam keterangannya, Selasa (9/2/2021).
Masih belum diketahui identitas dan motif pelaku penembakan. Dari informasi yang dikumpulkan, korban tidak mengenal pelaku yang saat itu seolah hendak membeli di warungnya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa juga membenarkan kejadian tersebut. Suriastawa menduga pelaku terkait erat dengan KKB di wilayah tersebut.
"Nanti akan didalami oleh rekan Polri untuk proses selanjutnya. Kejadian ini menambah panjang rentetan aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Intan Jaya," kata Suriastawa.
Sebelumnya pada tanggal 30 Januari 2021, KKB juga telah membunuh satu orang warga sipil atas nama Boni Bagau di sekitar perbatasan Distrik Sugapa-Distrik Homeyo, Intan Jaya, karena dituduh sebagai mata-mata TNI dan Polri.
Aksi teror KKB sudah sangat meresahkan warga masyarakat di Intan Jaya. Selain aksi teror kepada warga sipil dan aparat keamanan, KKB juga mengintimidasi pejabat Pemda setempat untuk mendapatkan uang. Kondisi ini disampaikan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, Senin (8/2/2021).
Natalis menjelaskan, dirinya dan seluruh PNS sering didatangi KKB yang meminta bantuan dan harus dipenuhi. "Bukan saya sendiri, seluruh PNS terutama putra daerah jarang ada di tempat karena mereka dapat ancaman. KKB minta bantuan uang atau makanan," kata Natalis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




