ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tokoh Ilaga Ingatkan Masyarakat Papua Tidak Usah Bicara Mau Merdeka

Sabtu, 1 Mei 2021 | 16:59 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Ilustrasi warga Papua.
Ilustrasi warga Papua. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Tokoh Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Usai Alom meminta masyarakat Papua tidak berbicara soal keinginan untuk merdeka. Sebab, orang Papua sudah merdeka sebagaimana masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia lainnya.

"Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun. Jadi tidak usah lagi bicara mau merdeka-merdeka. Mari kita bangun daerah Papua supaya lebih maju, lebih aman, sehingga semua orang bisa bebas mencari nafkah ekonomi, anak-anak bisa sekolah," kata Alom, Sabtu (1/5/2021).

Alom menyatakan supaya masyarakat Kabupaten Puncak bisa melakukan aktivitas dengan bebas tanpa rasa takut, maka diperlukan jaminan keamanan dari aparat TNI dan Polri. Tanpa itu, oknum-oknum tertentu disebut dapat seenaknya menenteng senjata api untuk menakut-nakuti warga, melakukan teror bahkan tindak kekerasan kepada warga.

"Kami tidak mau itu terjadi lagi. Ini negara sudah merdeka. Pemerintah datang untuk membangun supaya masyarakat bisa sejahtera," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Daerah Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya, demikian Alom, merupakan daerah keramat. Ditegaskan, tidak boleh siapa pun melakukan perbuatan semena-mena kepada orang lain maupun alam di sekitarnya.

"Dari dulu sampai sekarang nenek moyang kami menganggap daerah Ilaga ini sebagai daerah keramat. Misionaris dari Amerika sudah membawa Injil ke daerah ini. Siapa pun yang tinggal dan datang bertugas di Ilaga, jangan main-main, tapi harus melihat semua orang sebagai saudara," ucap Alom.

Alom berharap generasi muda Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya harus giat bersekolah demi meraih masa depan yang lebih menjanjikan. Terbentuknya Kabupaten Puncak sebagai pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya sejak 2008, kata Alom, menjadi jembatan emas bagi seluruh rakyat di wilayah itu untuk bisa maju dan berkembang.

Sejak Jumat (30/4/2021) hingga Senin (3/5/2021), warga Kabupaten Puncak menggelar ritual adat bakar batu sebagai wujud proses perdamaian antara dua kelompok yang sempat bertikai pada 12 tahun silam, yaitu kelompok Elvis Tabuni dan kelompok Simon Alom. Pertikaian bermula dari sengketa pilkada.

"Secara administrasi pemerintahan persoalan itu sudah selesai. Tapi secara adat harus ada proses perdamaian melalui acara adat bakar batu. Ada 20 kelompok yang terlibat dalam acara ini," ucap Alom.

Menurut Alom, secara umum situasi keamanan di wilayah Ilaga dan Kabupaten Puncak pada umumnya kini sudah semakin kondusif.

"Pemerintah daerah, aparat keamanan dan pihak gereja selalu ada untuk melindungi kami masyarakat. Tidak benar ada pengungsian masyarakat dari Ilaga," demikian Alom.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menteri HAM: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial

Menteri HAM: Konflik Papua Tak Bisa Diselesaikan Parsial

NASIONAL
11 Ruko Koperasi Zipur Waena Jayapura Terbakar

11 Ruko Koperasi Zipur Waena Jayapura Terbakar

NUSANTARA
14 Orang Ditangkap Akibat Kerusuhan Seusai Laga Persipura vs Adhyaksa

14 Orang Ditangkap Akibat Kerusuhan Seusai Laga Persipura vs Adhyaksa

NUSANTARA
Petrosea Dukung Pemberantasan Malaria di Papua, Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Petrosea Dukung Pemberantasan Malaria di Papua, Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

LIFESTYLE
Komite Publisher Rights Dorong Kebebasan Pers di Papua

Komite Publisher Rights Dorong Kebebasan Pers di Papua

NASIONAL
Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

Baru 308 dari 118.000 Peserta BPJS Kesehatan Papua yang Direaktivasi

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon