ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Yessy Melania Desak Edy Mulyadi Cabut Pernyataan

Senin, 24 Januari 2022 | 23:20 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai NasDem, Yessy Melania.
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai NasDem, Yessy Melania. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat II Yessy Melania mendesak Edy Mulyadi dan kawan-kawannya untuk mencabut pernyataan. Hal ini terkait kalimat Edy Mulyadi yang disebut-sebut menghina masyarakat Kalimantan.

"Saya meminta Pak Edy Mulyadi dan rekan-rekannya meminta maaf kepada masyarakat Kalimantan dan menarik semua pernyataannya. Tak lupa saya meminta masyarakat Kalimantan tetap kondusif dan jangan terprovokasi," kata Yessy dalam keterangannya, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Soal Pernyataan Edy Mulyadi, PKS "Cuci Tangan"

Menurut Yessy, Edy berhak untuk menolak kebijakan pemindahan ibu kota negara (IKN) ke wilayah Kalimantan Timur. Namun, Yessy mengingatkan agar penolakan itu disampaikan secara bijaksana kepada pemerintah.

ADVERTISEMENT

"Tidak perlu menghina tanpa dasar dan hasil penelitian yang jelas, hanya menakut-nakuti bahkan menyebarkan ujaran kebencian. Justru memancing keributan dan kebencian bagi masyarakat Kalimantan," ujar politikus Partai Nasdem ini.

Yessy menyatakan masyarakat Kalimantan sangat nasionalis dan memiliki toleransi tinggi terhadap keberagaman. Tak hanya itu, masyarakat Kalimantan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika dan adat budaya, serta mencintai alam.

Baca Juga: Polri Proses Laporan Terkait Pernyataan Edy Mulyadi

"Saya sangat menyesalkan pernyataan atau kalimat yang dipakai pak Edy Mulyadi untuk menolak kebijakan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan, bahkan menghubungkan dengan isu setan atau jin. Sangat tidak pantas," tegas Yessy.

"Boleh tidak setuju dengan kebijakan pemerintah, tetapi tidak perlu merendahkan masyarakat yang lain. Bernegara ini kan sudah diatur dan ada mekanismenya. Silakan dijalankan sesuai mekanisme yang ada jika memang tidak setuju dengan kebijakan," demikian perempuan asli Dayak tersebut.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon