ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bamsoet: Jokowi Tengah Wujudkan Cita-cita Soekarno, Soeharto, dan SBY

Kamis, 3 Maret 2022 | 22:35 WIB
YP
CP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: PAAT
Joko Widodo.
Joko Widodo. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur dengan nama IKN Nusantara. Menurut Bamsoet, Jokowi tengah mewujudkan cita-cita besar tiga presiden soal pemindahan IKN, yakni Soekarno, Soeharto, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Pak Jokowi sedang berupaya mewujudkan cita-cita besar tiga presiden terdahulu, yakni Presiden Soekarno, Presiden Soeharto dan Presiden SBY," ujar Bamsoet saat membuka diskusi virtual Kosadata bertajuk "Merancang IKN jadi Smart Forest City", Kamis (3/3/2022).

Dia memerinci pada 1957, Soekarno berkeinginan memindahkan IKN ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kemudian, Soeharto berencana memindahkan IKN ke Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 1997. "Pada tahun 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan opsi pemindahan Ibu Kota Negara baru," kata Bamsoet.

Baca Juga: Usulan Pemilu Ditunda karena Mahal, Saiful Mujani Sebut Persenjataan dan IKN

ADVERTISEMENT

Saat ini, Bamsoet menyatakan pemerintahan Jokowi telah membuat konsep perencanaan pembangunan IKN Nusantara yang berbasiskan pada area hijau dan hutan sekitar 70 persen dari luas total wilayah. Kemudian, 80 persen penggunaan transportasi publik juga didukung energi hijau dalam IKN Nusantara.

"Spirit IKN Nusantara adalah representasi masyarakat Indonesia yang berkembang dinamis, cepat dan modern dengan tujuan masa depan bersama. IKN Nusantara juga menggambarkan masyarakat yang berpikir jauh ke depan memanfaatkan teknologi yang efisien dan nyaman serta meneruskan warisan budaya Indonesia," ujarnya.

Bamsoet mengatakan Jokowi sudah menyebutkan tiga visi utama dalam pembangunan IKN. Pertama, kota berkelanjutan di dunia yang aman dan terjangkau, selaras dengan alam, terhubung aktif dan mudah diakses, sirkuler dan tangguh, serta pembangunan yang rendah karbon. Kedua, penggerak ekonomi Indonesia di masa depan. Ketiga, menjadi simbol identitas nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

EKONOMI
Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

JAWA TENGAH
Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

NASIONAL
SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

NASIONAL
Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

NASIONAL
JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon