Bahasa Kalbu Perpisahan: Sri Mulyani dan Air Mata Negeri

Rio Abdurachman
Rio Abdurachman

Direktur Utama B-Universe

Rabu, 10 September 2025 | 09:45 WIB

Seperti senja yang perlahan menarik langkahnya dari ufuk, demikianlah Sri Mulyani meninggalkan ruang panjang Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hampir 20 tahun ia berdiri di sana. Tak hanya sebagai menteri, tetapi sebagai penjaga jantung republik. Ia membaca angka seperti membaca doa; mengatur fiskal negeri seolah menimang anak: hati-hati, penuh kasih, tetapi juga teguh dalam keberanian.

Hari itu, langit perpisahan dipenuhi air mata. Ratusan karyawan Kemenkeu berdiri berjajar melepas langkahnya dengan suara serempak menyanyikan Bahasa Kalbu. Lagu yang dahulu lahir dari hati seorang diva, kini kembali lahir sebagai bahasa air mata. Lagu Titi Dj menjadi nyanyian bersama para karyawan yang patah karena kehilangan. Setiap bait lirik menjadi tangisan yang terucap. Nyaris tak ada menteri yang dilepas dengan perpisahan semacam ini: bukan sekadar formalitas, tetapi kesedihan tulus yang mengalir dari hati ratusan, bahkan jutaan orang di luar sana.

Bagi saya pribadi, Ibu Sri Mulyani adalah mata air pemikiran yang tak pernah kering. Saya masih ingat betul ketika beliau berdiri di panggung BNI Investor Daily Summit  2024 tahun lalu saat menyampaikan keynote yang memukau. Kata-katanya selalu jernih, terukur, dan mengandung kedalaman yang membuat kita berpikir jauh ke depan. Ada keberanian dalam logika; ada kehangatan dalam rasionalitas; ada cinta yang tak pernah ia sebut, tetapi kita semua bisa rasakan.

CEO B-Universe Rio Abdurachman dan Menkeu Sri Mulyani saat Investor Daily Summit2024. - (Beritasatu.com/-)
CEO B-Universe Rio Abdurachman dan Menkeu Sri Mulyani saat "Investor Daily Summit"2024. - (Beritasatu.com/-)

Dan di atas segalanya, ia memiliki anugerah langka: kemampuan mengubah bahasa keuangan yang kaku dan sulit menjadi bahasa yang dimengerti semua orang. Neraca, defisit, inflasi, dan semua istilah teknis, yang biasanya hanya hidup di ruang sempit para ekonom, bisa ia jelaskan dalam kalimat sederhana yang membuat rakyat merasa dekat. Ia menjembatani angka dengan kehidupan, sehingga setiap kebijakan fiskal bukan sekadar hitungan, melainkan cerita tentang bagaimana negara hadir menjaga warganya.

Kami di BTV  dan Beritasatu pun memutuskan menayangkan secara langsung peristiwa serah terima jabatan itu. Pagi menjelang siang, ketika layar kaca menampilkan langkah Ibu Sri meninggalkan Kemenkeu diiringi isak tangis para karyawan, kebetulan kami tengah duduk dalam rapat BOD B-Universe menyaksikan dari layar kaca. Dan saat itu juga, nyaris semua pimpinan yang hadir tak kuasa menahan haru. Dari balik layar, air mata itu menetes, karena kami yakin kepergian Bu Sri diantarkan oleh jutaan hati rakyat Indonesia yang ikut mengucap terima kasih dalam diam.

CEO B-Universe Rio Abdurachman dan Menkeu Sri Mulyani. - (Beritasatu.com/-)
CEO B-Universe Rio Abdurachman dan Menkeu Sri Mulyani. - (Beritasatu.com/-)

Kini, langkahnya meninggalkan kementerian itu menorehkan sunyi. Ruang-ruang rapat, layar-layar penuh angka, hingga lembaran kebijakan, seakan menundukkan kepala. Kepergian ini kita sebut perpisahan, tetapi sejarah akan menyebutnya warisan: bahwa pernah ada seorang perempuan yang menjaga perbendaharaan negeri dengan cinta yang sunyi. Dan ketika ia undur diri, bangsa ini merasa kehilangan bukan karena rupiah yang berkurang, melainkan karena cahaya seorang penjaga yang setia telah meredup dari ruang itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon