Indonesia's Automotive Outlook 2020

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Industri Otomotif

Kamis, 31 Maret 2016 | 20:40 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ipsos Consulting, perusahaan konsultan bisnis global menggelar Indonesia's Automotive Outlook 2020, sebuah presentasi tinjauan dan pandangan industri otomotif Indonesia dan regional dalam lima tahun ke depan. Presentasi ini menghadirkan pembicara utama Markus Scherer, Global Automotive Lead dari Ipsos Business Consulting dan 2 pembicara pendamping yaitu Noergadjito, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Afrida Suston Niar dari Direktorat Maritim, Transport dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian.
Ipsos Consulting, perusahaan konsultan bisnis global menggelar Indonesia's Automotive Outlook 2020, sebuah presentasi tinjauan dan pandangan industri otomotif Indonesia dan regional dalam lima tahun ke depan. Presentasi ini menghadirkan pembicara utama Markus Scherer, Global Automotive Lead dari Ipsos Business Consulting dan 2 pembicara pendamping yaitu Noergadjito, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Afrida Suston Niar dari Direktorat Maritim, Transport dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian. (Beritasatu.com/Feriawan Hidayat)

Jakarta - Perusahaan konsultan bisnis global, Ipsos Consulting, menyebutkan, Indonesia secara perlahan dapat menggantikan Thailand sebagai pusat produksi otomotif utama di ASEAN.

Hal ini terungkap dalam acara Indonesia’s Automotive Outlook 2020, sebuah presentasi tinjauan dan pandangan industri otomotif Indonesia dan regional dalam lima tahun ke depan, yang berlangsung di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (31/3).

Douglas Cassidy, Head of Counsulting, Ipsos Business Consulting Indonesia dalam sambutan pembuka menyampaikan, presentasi pihaknya mengidentifikasi lebih dalam berbagai peluang dan tantangan bagi seluruh pelaku industri otomotif nasional.

"Presentasi ini juga menggarisbawahi optimisme Indonesia serta peluang yang cukup signifikan untuk menjadi pemain utama dalam dunia industri otomotif di kawasan ASEAN," kata Douglas.

Pemain otomotif global, lanjut dia, tentunya akan saling berlomba untuk memperebutkan pangsa pasar di ASEAN, yang memiliki jumlah penduduk sangat besar. Selain itu, kata Cassidy, kalangan pemain otomotif tersebut tentunya akan berusaha mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada.

"Hal tersebut dikarenakan, perusahaan lain tentunya akan mempertimbangkan untuk berekspansi ke Indonesia dan Asia secara umum," jelasnya.

Sementara itu, Markus Scherer, pembicara utama dan Global Automotive Lead dari Ipsos Business Consulting, mengatakan, ada banyak bukti kuat yang menunjukkan bahwa Indonesia perlahan dapat menggantikan Thailand sebagai pusat produksi otomotif utama di ASEAN. Hal ini, kata Scherer, memiliki implikasi besar bagi produsen dan penyuplai suku cadang otomotif serta pemangku kebijakan di kedua negara.

"Buktinya jelas bahwa dalam hal tren output produksi kendaraan, perkembangan kebijakan, dan perbaikan infrastruktur, Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas produksi, konsumsi domestik dan volume ekspor sekaligus. Produsen otomotif dan pemangku kebijakan di Indonesia, Thailand dan negara-negara lain tentu akan mempertimbangkan implikasi ini," papar Scherer.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon