ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

50 Tahun Manusia Absen Mendarat di Bulan, Ini Penyebabnya

Sabtu, 16 September 2023 | 12:43 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Astronaut Apollo 11 menancapkan bendera di bulan pada 20 Juli 1969
Astronaut Apollo 11 menancapkan bendera di bulan pada 20 Juli 1969 (NASA)

Jakarta, Beritasatu.com - Kisah sukses misi pendaratan manusia di bulan terakhir kali terjadi pada 1972 atau 50 tahun yang lalu. Setelah itu, belum pernah ada astronaut yang kembali mendarat di bulan. Apa penyebabnya?

Dilansir dari Business Insider, Sabtu (16/9/2023), ada berbagai faktor yang memengaruhinya, salah satunya terkait risiko politik. Jim Bridenstine, mantan administrator NASA yang memimpin badan antariksa tersebut selama masa pemerintahan Donald Trump, mengatakan bukan kendala ilmu pengetahuan atau teknologi yang mencegah Amerika Serikat (AS) kembali ke bulan lebih awal.

"Jika bukan karena masalah politik, kita mungkin sudah berada di bulan saat ini. Justru masalah politik yang menghambat kemajuan ini. Proyek ini memakan waktu yang lama dan menghabiskan banyak dana," kata Bridenstine.

ADVERTISEMENT

Banyak astronaut dan ahli lainnya juga berpendapat bahwa salah satu hambatan terbesar dalam merealisasikan misi baru ini adalah masalah keuangan. Biaya merupakan rintangan nyata dalam program luar angkasa, terutama ketika melibatkan manusia.

Astronot Apollo 11 menancapkan bendera di bulan pada 20 Juli 1969
Astronot Apollo 11 menancapkan bendera di bulan pada 20 Juli 1969

Pada 2023, anggaran NASA mencapai US$ 25,4 miliar atau sekitar Rp 374,8 triliun dengan kurs saat ini Rp 15.300, dan pemerintahan Joe Biden telah meminta Kongres untuk meningkatkannya menjadi US$ 27,2 miliar pada 2024 atau sekitar Rp 416,1 triliun. Meskipun angka ini mungkin terlihat besar, tetapi harus diingat bahwa anggaran tersebut akan dibagi ke berbagai divisi dan proyek ambisius NASA, termasuk teleskop luar angkasa James Webb, proyek roket raksasa yang dikenal sebagai sistem peluncuran luar angkasa, serta misi ke matahari, Jupiter, Mars, sabuk asteroid, sabuk Kuiper, dan tepi tata surya.

Di sisi lain, anggaran pertahanan AS pada 2023 mencapai sekitar US$ 858 miliar. Dengan perbandingan tersebut, anggaran NASA jauh lebih kecil, bahkan jika dibandingkan dengan masa lalu.

Astronaut Apollo 7, Walter Cunningham pernah mengatakan dalam kesaksiannya di kongres pada 2015. Pada tahun 1965, porsi anggaran federal yang diperuntukkan bagi NASA mencapai puncaknya sekitar 4%. Sedangkan di 2023, anggaran NASA hanya sekitar 0,5% dari total pengeluaran AS, menurut laporan dari Planetary Society.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Era Tambang Bulan Dimulai? NASA Uji Rover FLEX Pemburu Helium-3

Era Tambang Bulan Dimulai? NASA Uji Rover FLEX Pemburu Helium-3

OTOTEKNO
Elon Musk Targetkan Bangun Pabrik Mobil Listrik Tesla di Bulan

Elon Musk Targetkan Bangun Pabrik Mobil Listrik Tesla di Bulan

OTOTEKNO
Tabrakan Misterius di Bulan Terekam Langsung oleh Astronom

Tabrakan Misterius di Bulan Terekam Langsung oleh Astronom

OTOTEKNO
AS Kirim Teknologi Nuklir ke ISS, Langkah Awal Menuju Mars!

AS Kirim Teknologi Nuklir ke ISS, Langkah Awal Menuju Mars!

OTOTEKNO
Persaingan NASA-China ke Bulan: Sejarah dan Risiko Kekalahan AS

Persaingan NASA-China ke Bulan: Sejarah dan Risiko Kekalahan AS

OTOTEKNO
Mungkinkah Tanah Bulan Jadi Penopang Koloni Manusia? Ini Jawabannya

Mungkinkah Tanah Bulan Jadi Penopang Koloni Manusia? Ini Jawabannya

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT