ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Studi: Penguin Juga Bisa 'Bercerai' setelah Gagal Reproduksi

Selasa, 21 Januari 2025 | 11:51 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Penguin kerap
Penguin kerap "bercerai" setelah gagal reproduksi. (Ap Photo/Wong Young Lee)

Jakarta, Beritasatu.com - Masalah kesuburan yang sering menjadi penyebab stres dalam hubungan manusia dengan pasangannya, ternyata juga dialamai hewan penguin. Studi selama 10 tahun menemukan, meskipun penguin dikenal sering setia seumur hidup, kondisi ini tidak menghalangi beberapa dari mereka untuk “bercerai” atau mencari pasangan lain.

Dilansir dari Metro.co.uk, Selasa (21/1/2025), penelitian yang dilakukan pada koloni penguin kecil di Pulau Philip selama 13 musim berkembang biak mengungkapkan, "perceraian" cukup umum terjadi. Perilaku ini sering dipicu oleh kegagalan dalam musim berkembang biak sebelumnya, yang mendorong salah satu atau kedua penguin mencoba peruntungan dengan pasangan baru.

Menurut penulis studi tersebut, Richard Reina dari Monash University, penguin cenderung tetap bersama pasangan mereka di saat-saat yang baik, meskipun sedikit perselingkuhan tetap terjadi. Namun, setelah musim berkembang biak yang buruk, penguin sering beralih ke pasangan lain untuk meningkatkan peluang sukses reproduksi.

ADVERTISEMENT

“Pada musim yang baik, mereka umumnya tetap setia pada pasangan mereka, meski ada beberapa hanky-panky di sana-sini. Namun, setelah musim reproduksi yang buruk, mereka mungkin mencari pasangan baru untuk meningkatkan peluang berkembang biak di musim berikutnya," kata Richard Reina.

Sayangnya, upaya untuk mencari pasangan baru ini sering kali tidak membuahkan hasil. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Ecology and Evolution menunjukkan keberhasilan berkembang biak setelah "perceraian" cenderung lebih rendah dibandingkan pasangan yang tetap bersama.

Penguin yang bercerai harus menghabiskan waktu untuk mencari pasangan baru dan melakukan ritual perkenalan, yang menyebabkan keterlambatan atau bahkan kegagalan reproduksi.

Studi ini juga mencatat, dari sekitar 1.000 pasangan penguin yang diamati, terdapat 250 "perceraian" dalam periode sepuluh tahun.

Para ilmuwan menekankan, memahami dampak negatif perceraian pada penguin sangat penting untuk upaya konservasi. Faktor ini harus diperhitungkan bersama dengan tekanan lingkungan dan hilangnya habitat saat memprediksi tren populasi penguin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kejutan, Pasangan Penguin Sesama Jenis Sukses Menetaskan Anak

Kejutan, Pasangan Penguin Sesama Jenis Sukses Menetaskan Anak

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT