Benarkah Kecelakaan Pesawat Sedang Meningkat? Ini Faktanya
Jumat, 28 Februari 2025 | 15:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kecelakaan pesawat kembali menjadi sorotan setelah dalam dua bulan terakhir terjadi empat insiden pada penerbangan komersial, tiga di antaranya berakibat fatal. Jika ditambah dengan kecelakaan pesawat pribadi, jumlahnya meningkat menjadi 113 sejak awal 2025, dengan 15 kasus menyebabkan korban jiwa. Angka ini terdengar besar, tetapi apakah benar kecelakaan pesawat semakin sering terjadi?
Faktanya, berdasarkan data dari National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat yang dikutip IFL Science, Jumat (28/2/2025), menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan pesawat pada Januari dan Februari 2025 justru lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 atau 2023. Meskipun beberapa kecelakaan belakangan ini menarik perhatian, statistik tetap menunjukkan bahwa terbang adalah salah satu bentuk transportasi paling aman.
Ismo Aaltonen, mantan kepala penyelidik kecelakaan udara Finlandia, bahkan menyatakan bahwa bagian paling berbahaya dari perjalanan udara adalah perjalanan menuju bandara itu sendiri. “Data dari International Civil Aviation Organization (ICAO) juga mencatat tren penurunan kecelakaan pesawat secara global, dari 4,4 per juta keberangkatan pada 2005 menjadi hanya 1,9 pada 2023. Jumlah korban jiwa pun turun drastis, dari 824 pada 2005 menjadi 72 pada 2023,” tulis IFL Science.

Kesan bahwa kecelakaan pesawat meningkat lebih banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis dan media sosial. Menurut David Spiegelhalter, profesor statistik emeritus di University of Cambridge, dalam periode tertentu bisa saja terjadi beberapa kecelakaan berdekatan secara kebetulan, meskipun secara statistik angka keseluruhannya tetap rendah.
“Selain itu, di era digital saat ini, berita tentang kecelakaan pesawat menyebar dengan cepat dan lebih menonjol dibandingkan ribuan penerbangan lain yang berlangsung aman setiap hari.,” jelas David Spiegelhalter
William Brady, asisten profesor manajemen dan organisasi di Northwestern University, mengatakan bahwa media sosial memperbesar efek psikologis ini dengan hanya menampilkan insiden dramatis tanpa memberikan gambaran keseluruhan tentang keselamatan penerbangan.

Salah satu isu yang kini menjadi perhatian adalah dampak kebijakan yang memengaruhi sektor penerbangan. Pemangkasan anggaran dan pengurangan karyawan di Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat sempat memicu kekhawatiran terkait keselamatan penerbangan.
Meskipun belum ada bukti langsung bahwa hal ini berdampak pada peningkatan kecelakaan pesawat, pakar penerbangan seperti Jeff Guzzetti menilai bahwa pengurangan tenaga kerja di bidang keselamatan "tidak akan meningkatkan keamanan, malah berpotensi menambah risiko."
Namun, secara keseluruhan, tren jangka panjang menunjukkan bahwa kecelakaan pesawat terus menurun dan perjalanan udara tetap menjadi moda transportasi yang paling aman. Jadi, meskipun insiden belakangan ini menarik perhatian, data menunjukkan bahwa kecelakaan pesawat tidak meningkat secara signifikan dan tetap merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




