Donald Trump Ngotot Bikin Harga Mobil Eropa Jadi Lebih Mahal
Minggu, 22 Juni 2025 | 11:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali jadi sorotan setelah bersikeras menerapkan tarif tinggi pada mobil impor asal Eropa. Langkah ini merupakan bagian dari janji kampanyenya untuk melindungi industri dalam negeri Amerika Serikat, yang kini mulai diwujudkan kembali di masa jabatan keduanya sebagai presiden.
Sejak resmi menjabat, Donald Trump langsung menjadikan kata "tarif" sebagai bagian tak terpisahkan dari kebijakan dagang pemerintahannya. Dampaknya terasa luas, terutama pada industri otomotif. Mobil yang diproduksi di luar negeri, termasuk dari Eropa, langsung melonjak harganya. Bahkan produk otomotif dalam negeri ikut terdampak karena rantai pasokan global yang saling terhubung.
Sempat ada harapan bahwa Trump akan melunak terhadap negara-negara sekutu seperti anggota Uni Eropa, mengingat sejarah kerja sama yang panjang. Namun menjelang tenggat waktu 9 Juli untuk penerapan tarif baru, harapan itu mulai pudar.
Menurut laporan Reuters, tarif 10% yang diterapkan AS mulai memberi pemasukan signifikan, sehingga pemerintah enggan mencabutnya. Pejabat Uni Eropa menyatakan bahwa mereka tak akan menerima tarif dua digit, sementara tarif dasar 10% saja sudah dianggap membebani.
“Ditambah lagi, AS juga mengenakan tarif hingga 50% untuk bahan baku seperti baja dan aluminium, serta tarif khusus 25% untuk mobil impor,” tulis Reuters.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, bahkan menegaskan tidak ada ruang untuk menurunkan tarif di bawah 10 persen. Ini membuat mobil-mobil Eropa, seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Audi, terlihat jauh lebih mahal di pasar AS. Namun demikian, Uni Eropa masih memiliki surplus perdagangan senilai US$ 236 miliar dengan AS, yang menjadi alasan untuk tetap menjaga hubungan dagang.
Pihak Uni Eropa menyebut bahwa tarif dasar ini “tidak akan sepenuhnya merusak daya saing,” selama diberlakukan secara merata kepada semua negara. Di sisi lain, para produsen mobil kini berlomba mencari solusi, termasuk dengan memberikan diskon besar-besaran dan program penawaran khusus untuk mengurangi stok yang ada di dealer.
Meski situasinya terlihat memanas, harapan untuk kesepakatan belum sepenuhnya sirna. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa negosiasi masih berlangsung. Namun Donald Trump tetap keras kepala. “Mereka harus membuat kesepakatan yang bagus, atau membayar tarif sesuai aturan kami,” tegasnya.
Dengan sikap Donald Trump yang tak bergeming, konsumen AS harus bersiap menghadapi harga mobil Eropa yang makin mahal. Sementara itu, dunia menanti apakah diplomasi dagang masih bisa menyelamatkan hubungan ekonomi dua kawasan besar ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




