Waspada! 8 Barang Elektronik yang Berbahaya jika Dinyalakan Bersamaan
Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menggunakan beberapa barang elektronik secara bersamaan sering dianggap cara praktis untuk menghemat waktu. Misalnya, mencuci pakaian sambil memanggang kue, atau menyalakan penghangat ruangan ketika AC sedang bekerja.
Namun, kebiasaan ini ternyata bisa memicu masalah serius. Beban daya berlebih dapat membuat sirkuit listrik rumah tidak mampu menahan arus.
Akibatnya, peralatan cepat rusak, listrik padam, bahkan risiko korsleting meningkat. Berikut ini delapan barang elektronik yang berbahaya saat dinyalakan bersamaan yang perlu Anda perhatikan.
Barang Elektronik yang Bahaya Dinyalakan Bersamaan
1. Hair dryer dan peralatan mandi elektrik
Hair dryer memang berukuran kecil, tetapi konsumsi dayanya bisa mencapai 2.500 watt. Bila digunakan bersamaan dengan alat pencukur elektrik, exhaust fan, atau lampu kamar mandi, risiko beban listrik berlebih meningkat.
Hal ini berbahaya karena kamar mandi memiliki kelembapan tinggi yang rentan menyebabkan korsleting. Solusinya, gunakan alat-alat tersebut secara bergantian.
2. Peralatan dapur kecil
Microwave, pemanggang roti, dan ketel listrik termasuk peralatan yang menyedot daya cukup besar. Masalahnya, perangkat ini biasanya terhubung pada sirkuit yang sama.
Jika digunakan bersamaan, arus listrik bisa melonjak dan membuat MCB turun. Agar lebih aman, hindari menyalakan beberapa peralatan dapur kecil sekaligus, apalagi di satu stopkontak.
3. Mesin cuci dan mesin pencuci piring
Kedua mesin ini sama-sama membutuhkan energi listrik dan pasokan air besar. Jika dipakai bersamaan, tekanan air bisa berkurang sehingga hasil cucian tidak maksimal.
Lebih buruk lagi, daya listrik bisa drop sehingga kedua mesin tidak bekerja optimal. Cara terbaik adalah mengoperasikannya secara bergantian.
4. Peralatan berdaya tinggi yang digunakan lama
AC, oven, dan mesin cuci adalah contoh peralatan yang membutuhkan daya besar dalam waktu lama. Jika dipakai bersamaan, konsumsi listrik meningkat drastis.
Misalnya, menyalakan AC sepanjang hari sambil menggunakan oven untuk memanggang kue. Kebiasaan ini bisa memperpendek usia perangkat dan meningkatkan risiko kebakaran.
5. Penghangat ruangan dan peralatan besar
Penghangat ruangan dikenal boros listrik. Jika digunakan bersamaan dengan mesin cuci atau oven, beban listrik rumah akan meningkat tajam. Untuk menghindari korsleting, pastikan penghangat ruangan hanya terhubung langsung ke stopkontak dinding, bukan melalui kabel ekstensi.
6. Penggunaan kabel ekstensi berlebihan
Banyak orang mengandalkan kabel ekstensi untuk menyalakan beberapa perangkat sekaligus. Padahal, kebiasaan ini berisiko membuat kabel panas, meleleh, bahkan terbakar.
Kabel ekstensi hanya cocok untuk perangkat berdaya rendah, bukan untuk kulkas, microwave, atau AC.
7. Menyalakan AC bersamaan dengan pemanas air
AC membutuhkan daya besar untuk mendinginkan ruangan, sementara pemanas air listrik mengonsumsi daya tinggi untuk memanaskan air.
Jika keduanya dinyalakan secara bersamaan, beban listrik akan melonjak drastis dan berpotensi membuat listrik padam mendadak.
8. Tidak mengenali kapasitas listrik rumah
Kesalahan terbesar pengguna adalah tidak memperhatikan kapasitas daya listrik rumah. Akibatnya, perangkat berdaya besar sering dinyalakan bersamaan tanpa perhitungan.
Padahal, memahami daya listrik rumah dan menyesuaikannya dengan penggunaan perangkat adalah langkah penting untuk mencegah korsleting.
Mengatur penggunaan perangkat elektronik bukan hanya soal menghemat biaya listrik, tetapi juga menjaga keamanan rumah.
Dengan menghindari menyalakan barang elektronik bersamaan, Anda bisa membuat peralatan lebih awet, mengurangi risiko korsleting, serta menggunakan listrik secara efisien.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




