8 Cara Aman Berhenti di Jalan Tol agar Terhindar dari Kecelakaan
Kamis, 25 September 2025 | 17:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Berhenti di jalan tol tidak bisa dilakukan sembarangan. Dengan lalu lintas yang padat dan kendaraan melaju cepat, kesalahan kecil bisa memicu kecelakaan fatal.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahu jalan tol hanya boleh digunakan untuk keadaan darurat, bukan untuk parkir atau berhenti tanpa alasan jelas.
Hal ini juga ditegaskan dalam surat keputusan bersama (SKB) antara Kemenhub, Kementerian PUPR, dan Korlantas Polri, yang mengatur tata tertib lalu lintas di jalan tol.
Karena itu, penting bagi pengendara memahami cara aman berhenti di jalan tol, baik saat mobil mogok maupun kondisi darurat lainnya.
Berikut ini delapan cara aman untuk berhenti di jalan tol.
Cara Aman Berhenti di Jalan Tol
1. Menurunkan kecepatan dan memberi sinyal
Sebelum masuk ke bahu jalan, kurangi kecepatan kendaraan secara bertahap. Nyalakan lampu sein kiri sebagai tanda Anda akan berpindah jalur. Periksa kondisi lalu lintas, terutama kendaraan dari belakang, agar perpindahan ke bahu jalan lebih aman.
2. Aktifkan lampu hazard
Begitu kendaraan berhenti di bahu jalan, segera nyalakan lampu hazard. Lampu ini menjadi tanda darurat sekaligus peringatan bagi pengendara lain agar lebih waspada saat melewati area tersebut.
3. Letakkan segitiga pengaman
Segitiga pengaman penting untuk memberi peringatan kepada pengendara lain. Letakkan beberapa meter di belakang mobil di sisi jalan yang mudah terlihat. Pastikan segitiga dalam kondisi baik, terlihat jelas, dan aman digunakan, terutama saat malam hari atau cuaca buruk.
4. Periksa kendaraan dengan hati-hati
Setelah berhenti, periksa kondisi mobil dengan hati-hati, mulai dari mesin, ban, hingga bahan bakar. Jika tidak memiliki kemampuan teknis, segera hubungi layanan bantuan jalan tol atau montir profesional. Hindari melakukan perbaikan sendiri jika peralatan dan keahlian tidak memadai.
5. Hindari berdiri di belakang atau sisi kanan mobil
Posisi belakang kendaraan dan sisi kanan bahu jalan termasuk area rawan kecelakaan, terutama saat truk atau bus melintas. Jangan berdiri di area tersebut agar terhindar dari risiko tertabrak.
6. Menjaga jarak aman
Jarak aman sangat penting untuk mencegah tabrakan beruntun. Gunakan patokan 2–3 detik dari kendaraan di depan, atau lebih jauh saat hujan dan lalu lintas padat. Hal ini memberi ruang untuk bereaksi jika kendaraan lain tiba-tiba melambat atau berhenti.
7. Panggil bantuan darurat
Jika masalah tidak bisa diatasi, segera hubungi layanan darurat, seperti polisi, ambulans, atau derek tol. Berikan informasi lengkap mengenai lokasi, arah perjalanan, dan jenis masalah. Tetap tenang dan tunggu bantuan datang, jangan memaksakan diri memperbaiki kendaraan tanpa keahlian.
8. Lanjutkan perjalanan setelah masalah teratasi
Setelah kendaraan kembali normal, periksa kondisi lalu lintas sebelum masuk jalur utama. Nyalakan lampu sein kanan, tingkatkan kecepatan secara bertahap, lalu lanjutkan perjalanan dengan aman.
Keselamatan saat berhenti di jalan tol sangat bergantung pada persiapan dan tindakan yang tepat. Dengan menerapkan cara aman berhenti di jalan tol di atas, pengendara dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga perjalanan tetap selamat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




