Piala Dunia Antarklub 2025 Terancam Suhu Panas Ekstrem di AS
Sabtu, 14 Juni 2025 | 11:53 WIB
Miami, Beritasatu.com — Suhu panas ekstrem menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, dengan banyak pertandingan dijadwalkan berlangsung dalam suhu di atas 30 derajat celsius, yang berisiko bagi kesehatan pemain dan penonton.
Badan Cuaca Nasional AS memperkirakan risiko panas sedang di beberapa kota tuan rumah seperti Miami dan Los Angeles pada akhir pekan ini. Suhu diprediksi melebihi 30 derajat celsius, dan badan tersebut memperingatkan bahwa sebagian besar individu yang sensitif terhadap panas dapat terdampak, terutama mereka yang beraktivitas berat di luar ruangan pada jam-jam terpanas.
Pertandingan perdana Lionel Messi bersama Inter Miami melawan Al Ahly dari Mesir dijadwalkan pada Sabtu (14/6/2025) pukul 20.00 malam waktu Washington atau Minggu (15/6/2025) pukul 07.00 WIB. Meski kelembapan udara tinggi, suhu puncak diperkirakan telah berlalu sebelum laga dimulai.
Namun, laga bergengsi antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Atletico Madrid akan berlangsung siang hari pada 15 Juni di Stadion Rose Bowl, Pasadena, saat suhu kemungkinan sedang tinggi-tingginya.
Penyelenggaraan turnamen ini memunculkan kontroversi baru terkait perubahan iklim. FIFA sebelumnya telah menghadapi kritik terkait padatnya jadwal, penjualan tiket, dan campur tangan dalam kompetisi antarklub.
Amerika Serikat sendiri dikenal sebagai tuan rumah dengan rekor suhu tinggi dalam sejarah sepak bola, seperti Piala Dunia 1994, saat laga Republik Irlandia vs Meksiko dimainkan dalam suhu mencapai 40 derajat celsius. Selama 30 tahun terakhir, suhu rata-rata di AS meningkat lebih dari 1 derajat dan 9 derajat celsius dari 10 tahun terpanas terjadi dalam dekade terakhir.
Dalam Copa America 2024, bek Uruguay Ronald Araujo harus keluar di babak pertama akibat pusing dan tekanan darah rendah karena dehidrasi saat laga malam melawan Panama di Miami.
Sementara itu, dalam laga Kanada vs Peru di Kansas City, asisten wasit Humberto Panjoj pingsan karena dehidrasi. Bek Kanada Alistair Johnston mengkritik penjadwalan pukul 17.00 sore dengan suhu terasa 38 derajat celsius, dan menyebutnya sebagai tidak aman bagi para penggemar.
Sebanyak 35 dari 63 pertandingan dijadwalkan sebelum pukul 17.00 sore. Studi oleh Fossil Free Football menyebutkan bahwa delapan dari 11 stadion tuan rumah tidak memiliki atap atau hanya atap terbatas, dan empat stadion telah mengalami peristiwa panas signifikan dalam lima tahun terakhir.
Hingga kini, regulasi FIFA terkait cuaca ekstrem hanya mencakup jeda pendinginan jika suhu WBGT (wet bulb globe temperature) di atas 32 derajat celsius, yang memungkinkan pemberian minum satu kali per babak (waterbreak).
Namun, FifPro, serikat pemain sepak bola dunia, menyebut kebijakan ini tidak memadai. Menurut mereka, ambang batas seharusnya 28–32 derajat celsius, dengan dua jeda minum per babak dan opsi penjadwalan ulang jika suhu melewati batas aman.
"Piala Dunia Antarklub adalah jadwal yang padat. Di tempat-tempat seperti Orlando dan Miami, suhu panas ekstrem menjadi isu kesehatan dan keselamatan yang semakin penting dalam sepak bola profesional. Fifpro akan memantau situasi ini secara ketat selama beberapa minggu mendatang dengan pandangan bahwa kesejahteraan pemain lebih diutamakan daripada pertimbangan lainnya," ujar juru bicara FifPro kepada The Guardian.
FIFA menyatakan akan memantau kondisi cuaca dan stadion setiap hari, serta berpotensi menerapkan langkah-langkah tambahan. Namun, hingga 13 Juni, belum ada kebijakan baru yang diumumkan. Pilihan penjadwalan ulang pertandingan tetap terbatas karena padatnya agenda turnamen yang melibatkan 32 tim dan kebutuhan penyiaran global yang jadi pertimbangan utama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




