ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menpora Cup 2025: Domino Jadi Turnamen Berbasis Olahraga Budaya

Kamis, 17 Juli 2025 | 14:11 WIB
MA
BW
Penulis: MUH FAJRIN ABDILLAH | Editor: BW
Para pemenang  Turnamen Domino Menpora Cup 2025 di Luwu, Sulawesi Selatan.
Para pemenang Turnamen Domino Menpora Cup 2025 di Luwu, Sulawesi Selatan. (./Istimewa)

Luwu, Beritasatu.com - Selama ini, domino dikenal sebagai permainan yang digunakan warga untuk mengisi waktu luang. Akan tetapai, domino kini tidak hanya arena bermain kartu melainan menjadi olahraga berbasis budaya.

Hal tersebut terlihat dengan digelarnya Open Tournament Domino Menpora Cup 2025 di Lapangan Andi Djemma, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ada 1.900 tim terdaftar dan 1.536 tim berpartisipasi melibatkan 3.000 atlet. Para peserta datang dari 16 provinsi, seperti Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah, serta berbagai kota seperti Palopo, Luwu, Tarakan, Bulukumba, Sopeng, Barru, dan Polman.

Turnamen domino Menpora Cup 2025 tersebut sebagai bagian dari peringatan HUT ke-66 Kabupaten Luwu, sekaligus menandai pengakuan domino sebagai salah satu olahraga cerdas nasional.

Tak hanya diwarnai persaingan sengit, turnamen ini juga menjadi ajang silaturahmi dan refleksi budaya. Para peserta, baik profesional maupun amatir, menjadikan domino sebagai platform sosial yang menyatukan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Turnamen ini membawa orang-orang bersama. Banyak atlet yang tidak hanya berlomba, tetapi juga ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul dengan keluarga, mengenang masa lalu, dan merasakan suasana yang penuh semangat," ujar Bupati Luwu, Kamis (17/7/2025).

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan turnamen ini. Ia menyebutnya sebagai simbol pengembangan olahraga berbasis budaya, sekaligus mendukung langkah Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) dalam menghapus stigma perjudian dan menjadikan domino sebagai olahraga cerdas.

Ketua Umum Pordi Andi Jamaro Dulung mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Higgs Games Island (HGI) dan Pemerintah Kabupaten Luwu atas dukungan dalam memajukan domino. Ia menegaskan komitmen Pordi untuk memperkenalkan domino sebagai bagian dari sejarah dan budaya Indonesia kepada dunia.

Di area turnamen, keramaian semakin terasa dengan hadirnya berbagai stan UMKM yang menjual makanan khas, suvenir, hingga kopi dan durian lokal. Banyak keluarga dari luar daerah turut hadir untuk menyaksikan pertandingan sambil berlibur dan berkumpul.

“Turnamen ini membawa orang-orang bersama. Banyak atlet yang tak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga untuk berkumpul dengan keluarga dan merasakan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Luwu.

HGI berkomitmen membangun ekosistem kompetisi domino yang profesional dan modern di Indonesia melalui teknologi platform digital, manajemen skor yang transparan, dan sistem eliminasi yang adil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon